Saham BBCA Terjun Bebas, dari 10.000an Dibanting Jadi 6.450

mkh, CNBC Indonesia
Selasa, 31/03/2026 07:30 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Saham perbankan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) ambruk pada perdagangan hari ini dan menembus level psikologis penting. BBCA ditutup turun 3,73% ke posisi Rp6.450, sekaligus menandai level terendah dalam hampir lima tahun terakhir.

Berdasarkan catatan historis, terakhir kali saham BBCA berada di bawah level Rp6.450 terjadi pada 21 Agustus 2021. Artinya, penurunan kali ini membawa saham bank swasta terbesar di Indonesia tersebut kembali ke level yang sudah lama tidak tersentuh pasar.

Tekanan jual yang besar terlihat sejalan dengan derasnya aksi keluar investor asing dari saham perbankan, termasuk BBCA yang sebelumnya menjadi salah satu favorit global fund. Kondisi ini juga tercermin dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat tertekan sepanjang hari.


Secara teknikal, tren BBCA saat ini menunjukkan pelemahan yang cukup dalam setelah gagal mempertahankan area support menengah. Sejak mencetak puncak di atas Rp10.000, saham ini terus membentuk pola lower high dan lower low, mengindikasikan tren turun yang masih dominan.

Sejak menyentuh harga penutupan tertinggi pada 21 Oktober 2025 di level 10.750, saham BBCA sudah anjlok 66,67%. Pelaku pasar kini mencermati apakah level Rp6.400 akan menjadi area support baru atau justru membuka ruang penurunan lebih lanjut dalam jangka pendek.

Jika level 6.450 mampu dipertahankan, terbuka peluang technical rebound menuju Rp6.800 hingga Rp7.000.

Namun, apabila ditembus dengan volume besar, maka risiko pelemahan lanjutan menuju Rp6.000 bahkan Rp5.600 semakin terbuka. Dengan tekanan jual yang masih dominan dan belum terlihat sinyal pembalikan arah yang kuat, pergerakan BBCA dalam jangka pendek cenderung masih berada dalam fase bearish.

Dibuang Asing

Harga saham BBCA ambruk juga seiring dengan tekanan jual asing yang sangat besar. Sepanjang tahun berjalan, hingga 30 Maret 2026, net foreign sell BBCA mencapai Rp 20,68 triliun. Angka ini jauh lebih besar dibandingkan saham-saham lain. 

Aksi jual asing di BBCA bahkan menyumbang lebih dari dua pertiga net foreign sell di seluruh pasar. Total net sell asing dalam tiga bulan pertama 2026 yakni Rp 30,99 triliun.

Sebagai gambaran, di pasar reguler saham yang menempati urutan kedua net sell asing terbesar adalah Bumi Resources (BUMI). Akan tetapi emiten batu bara milik Bakrie dan Salim ini hanya membukukan nilai lebih kurang sepertiga dari net sell asing BBCA.

Pun net sell saham-saham bank jumbo lain juga jauh lebih kecil dibandingkan BBCA. 


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Peluang & Tantangan Asuransi Kerek Investasi di Saham