Imbas Perang Iran, Margin Bisnis Daging Impor ID FOOD Terkikis

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 14:35 WIB
Foto: Pekerja melakukan bongkar muat sapi impor dari Australia di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dari kapal Gelbray Express, Kamis (21/3/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Margin bisnis daging impor terkikis. Hal ini merupakan dampak dari eskalasi perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan bahwa dampak dari ketidakpastian global akan menimbulkan volatilitas harga pangan.


Dia menjelaskan bahwa ada tiga faktor yang memengaruhi industri pangan, yaitu ketegangan geopolitik, pemanasan global, dan sektor energi yang terkait pada sektor pangan.

Pasalnya hal tersebut dapat memicu kenaikan harga logistik sehingga biaya distribusi meningkat. Selain itu penurunan produksi komoditas pangan akan menimbulkan kenaikan harga pangan.

"Kalau dari kita ya daging. Daging itu pasti dengan kurs yang naik dan harga yang di sana naik itu pasti berdampak," ujarnya dalam rapat dengan Komisi VI di gedung DPR RI Jakarta, Senin (30/3/2026).

Ghimoyo menuturkan, mempertimbangkan kondisi global yang mempengaruhi stabilitas pangan, ID FOOD akan mengambil peran dalam stabilitasi harga pangan dan menjadi stabilisator ekosistem pangan nasional.

Meskipun harga daging saat ini belum ada kenaikan, kata Ghimoyo, efeknya sudah mulai terasa. Pihaknya akan membangun ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal untuk mengantisipasi guncangan politik, iklim, dan krisis energi.

"Sudah terasa, karena belinya sudah nggak masuk," ungkapnya.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Meroket-OECD Pangkas Prospek Ekonomi RI Jadi 4,8%