Breaking News! Harga Minyak Tembus US$116
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia kembali melesat pada awal pekan ini di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang kian meluas. Pada Senin (30/3/2026) pukul 09.40 WIB, harga minyak jenis Brent tercatat di US$116,6 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) menembus US$102,88 per barel.
Penguatan ini memperpanjang tren kenaikan tajam dalam beberapa hari terakhir. Dibandingkan posisi Jumat (27/3/2026), harga Brent telah naik dari US$112,57 per barel, sementara WTI menguat dari US$99,64. Bahkan jika ditarik sejak awal pekan lalu, lonjakan terlihat semakin signifikan-dari level US$99,94 pada 23 Maret menjadi di atas US$116 saat ini.
Melansir dari Reuters, kenaikan harga minyak dipicu oleh eskalasi konflik Iran yang semakin melebar, setelah kelompok Houthi di Yaman meluncurkan serangan ke Israel. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur distribusi energi global, terutama di kawasan Laut Merah dan sekitarnya.
Selain itu, gangguan di Selat Hormuz turut memperparah tekanan di pasar. Jalur strategis yang selama ini dilalui sekitar 20% pasokan minyak dunia tersebut dilaporkan mengalami hambatan signifikan, sehingga mengurangi aliran minyak global secara drastis.
Dalam analisis Reuters, pasar saat ini dinilai telah masuk ke skenario "kedua terburuk", di mana gangguan pasokan mulai terasa luas, terutama di kawasan Asia yang menjadi tujuan utama ekspor energi dari Timur Tengah. Harga produk turunan seperti solar dan bahan bakar pesawat bahkan dilaporkan melonjak tajam sejak konflik berlangsung.
Situasi ini diperparah oleh risiko eskalasi lanjutan, termasuk potensi serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan Teluk. Jika hal tersebut terjadi, pasar berpotensi menghadapi tekanan yang lebih besar, mengingat pasokan global belum sepenuhnya mampu mengimbangi gangguan yang ada.
Di sisi lain, dinamika geopolitik turut memengaruhi aliran pasokan global. Rusia dilaporkan mulai mengirimkan minyak ke Kuba, sementara Amerika Serikat menunjukkan pelonggaran sikap terhadap pengiriman tersebut, di tengah upaya menjaga stabilitas pasokan energi global.
CNBC Indonesia
(emb/emb) Add
source on Google