Saham Batu Bara Diborong Asing, Ini Daftarnya

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 30/03/2026 07:50 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia, Kamis 26/3/2020 (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net foreign buy) di sejumlah saham sepanjang periode 25-27 Maret 2026. Aksi akumulasi ini terutama menyasar saham sektor energi, tambang, serta konglomerasi.

Berdasarkan data perdagangan, saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menjadi yang paling banyak dikoleksi asing dengan nilai net buy mencapai Rp530,4 miliar. Disusul PT Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar Rp205,4 miliar dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp162,7 miliar.

Selain itu, saham PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) juga masuk dalam radar beli asing dengan nilai Rp150 miliar. Emiten batu bara lainnya seperti PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) turut mencatatkan net buy signifikan.


Aksi beli ini menunjukkan minat investor asing masih cukup kuat pada saham berbasis komoditas, terutama yang diuntungkan dari dinamika harga energi global.

Berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar:

  1. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp 530,4 miliar
  2. PT Bukit Asam Tbk (PTBA) - Rp 205,4 miliar
  3. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 162,7 miliar
  4. PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO) - Rp 150 miliar
  5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp 127,2 miliar
  6. PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp 123,2 miliar
  7. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Rp 100,7 miliar
  8. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp 99,5 miliar
  9. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp 54,4 miliar
  10. PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp 54,1 miliar

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,14% atau 9,78 poin ke level 7.097,06 pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian naik 15,27% dibandingkan pekan sebelum libur panjangIdulfitri, menjadi Rp 23,33 triliun. Akan tetapi volume saham yang ditransaksikan turun 4,81% menjadi 28,31 miliar.

Seiring dengan koreksi IHSG, kapitalisasi pasar merosot 0,24% menjadi Rp 12.516 triliun.

Tercatat sebanyak 404 emiten naik lebih dari 2%, 134 emiten naik antara 0%-2%. Lalu ada 160 emiten yang turun lebih dari 2% dan 108 emiten turun antara 0%-2%. Sebanyak 152emiten tidak bergerak.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: 2 Sentimen Yang Bisa Bikin IHSG Kembali Perkasa & Gaet Investor