Luar Jawa Jadi Andalan, Alfamart (AMRT) Cetak Laba Rp 3,4 Triliun

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 27/03/2026 12:15 WIB
Foto: Alfamart

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) mencatatkan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp3,41 triliun pada tahun 2025. Torehan itu meningkat 8,34% secara tahunan atau year on year (yoy) dari setahun sebelumnya sebesar Rp3,14 triliun.

Menilik laporan keuangannya, perusahaan pengelola Alfamart itu mencatatkan pendapatan neto sebesar Rp126,73 triliun, naik 7,19% yoy. Perinciannya, lini makanan menjadi penopang utama dengan perolehan sebesar Rp89,62 triliun. Lini bukan makanan menyumbang perolehan sebesar Rp37,10 triliun.

Merinci pada sisi segmen operasi, pendepatan segmen di luar Jawa menjadi kontributor utama, dengan nilai Rp49,64 triliun. Pendapatan segmen di Jawa (tidak termasuk Jabodetabek) menyusul dengan nilai Rp46,69 triliun. Sedangkan pendapatan segmen Jabodetabek tercactat sebesar Rp33,97 trliun.


Beban pokok pendapatan ikut terkerek 6,6% yoy menjadi Rp98,98 triliun. Alhasil, laba bruto tercatat sebesar Rp27,76 triliun, naik 9,42% yoy.

Beban umum dan administrasi emiten jaringan ritel ini juga tercatat naik menjadi Rp2,43 triliun dari sebelumnya Rp2,17 triliun. Pendapatan lainnya naik jadi Rp1,33 triliun dari setahun sebelumnya Rp1,22 triliun.

Total aset pengelola Alfamidi, Lawson, dan Dan+Dan itu naik menjadi Rp42,58 triliun di tahun 2025, dari setahun sebelumnya Rp38,8 triliun.

Meski berhasil mencetak kinerja yang impresif sepanjang tahun lalu, manajemen AMRT menyatakan akan terus memantau kondisi geopolitik, yakni konflik di Timur Tengah yang dimulai pada akhir Februari 2026. Manajemen menyatakan saat ini kelompok usahanya tidak memiliki operasi langsung yang signifikan di negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik tersebut.

Namun, manajemen AMRT mengakui dampak ekonomi yang lebih luas akibat situasi geopolitik tersebut dapat memengaruhi operasi dan kinerja keuangan Kelompok Usaha secara tidak langsung.

"Manajemen akan terus memonitor perkembangan terkait konflik ini dan menilai potensi dampaknya pada periode pelaporan berikutnya," kata manajemen AMRT dalam laporan keuangan, dikutip Jumat (27/3/2026).


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG Bergerak Fluktuatif, Sentimen Global Mendominasi