MARKET DATA

Breaking News! IHSG Turun 1%, Saham BBCA Rontok

mkh,  CNBC Indonesia
27 March 2026 09:49
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali tertekan pada perdagangan hari ini, Jumat (27/3/2026). Pada pembukaan,IHSG dibuka melemah 0,39% ke level 7.136,37.

Kemudian per pukul 09.39 WIB, IHSG melanjutkan penurunan dengan koreksi 72,86 poin atau -1,02% ke level 7.091,23.

Sebanyak 390 saham turun, 184 naik, dan 384 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 2,79 triliun, melibatkan 4,94 miliar saham dalam 378.500 kali transaksi. 

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia, Bank Central Asia (BBCA) menjadi beban terbesar pagi ini. BBCA turun 2,18% ke level 6.725 dan menyeret turun IHSG sebesar 11,84 indeks poin. Koreksi tajam saham BBCA seiring dengan batas cum date dividen yang jatuh pada hari ini. 

Adapun pergerakan IHSG pagi ini selaras dengan mayoritas bursa di kawasan. Indeks Nikkei di Jepang turun 0,86%, Kospi di Korea -3,25%, dan bursa di Taiwan -1,79%. Namun Hang Seng di Hongkong naik tipis dan STI di Singapura naik 0,37%. 

Pergerakan pasar keuangan RI tampaknya masih akan labil pada akhir pekan ini, Jumat (27/3/2026).

Wacana gencatan senjata antara AS-Israel terhadap Iran rasanya masih abu-abu, optimisme yang muncul pada Rabu lalu rasanya sudah mulai pudar.

Pelaku pasar kini lebih mencermati bagaimana dampak nyata yang sedang menjalar ke kebijakan pemangku kepentingan, industri, sampai ekonomi riil di berbagai negara, terutama setelah blokade Selat Hormuz.

Melansir CNBC.com, Trump memutuskan memperpanjang batas waktu serangan tersebut selama 10 hari hingga 6 April guna memberikan ruang bagi negosiasi. Keputusan ini disebut diambil atas permintaan pemerintah Republik Islam Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.

Trump menyatakan perpanjangan itu diberikan sebagai imbalan atas 10 kapal tanker minyak yang melintasi Selat Hormuz sebagai "hadiah" dari Teheran. Ia juga menegaskan melalui unggahan di Truth Social bahwa penundaan ini bertujuan membuka peluang penyelesaian diplomatik.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan pembicaraan masih berlangsung dan berjalan sangat baik meski terdapat laporan berbeda dari media. Namun demikian, Washington menyatakan ingin mengakhiri konflik melalui jalur negosiasi, sementara Teheran membantah adanya pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat.

Harga minyak sempat menguat pada Kamis sebelum akhirnya menunjukkan pelemahan seiring indikasi kemajuan menuju kesepakatan damai AS-Iran. Kontrak West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei turun 1,3% ke US$93,29 per barel, sedangkan Brent crude oil ditutup di level US$108,01 per barel.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Terkoreksi, Ini 5 Saham yang Menarik untuk Dilirik Hari Ini


Most Popular
Features