MARKET DATA

Bocoran OJK: Ada Bank di RI yang Mau Naik Kelas

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
26 March 2026 12:20
Ilustrasi OJK (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Ilustrasi OJK (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperkirakan ada dua hingga tiga bank berpeluang naik kelas jadi "big bank." Seperti diketahui, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan tahun lalu bahwa pihaknya mendorong agar jumlah bank kelompok bank berdasarkan modal inti (KBMI) IV bertambah.

"Tahun ini kalau saya perkirakan mungkin sekitar dua atau tiga [bank naik kelas ke KBMI IV]," kata Dian saat ditemui di Mahkamah Agung, Rabu (25/3/2026).

Menurutnya, saat ini ada sejumlah bank yang sudah mengajukan kenaikan kelas. Dian menyebut posisi permodalan mereka sudah mendekati batas untuk memenuhi syarat kategori bank dengan modal inti di atas Rp70 triliun itu.

"Sejauh ini beberapa bank sudah mengajukan, hanya angkanya pun kalau dilihat itu sudah tipis sebetulnya, hanya tinggal sedikit saja sudah masuk ke KBMI IV," tutur Dian.

Ia memastikan otoritas akan senantiasa mendorong bank-bank untuk naik kelas. Sebab, permodalan yang kuat bisa mendorong bisnis yang berkelanjutan bagi bank, dan lebih memiliki daya dorong terhadap perekonomian yang jauh lebih besar.

"Oleh karena itu kita akan dorong karena in ikan lebih sustain dan lebih memiliki daya dorong terhadap perekonomian yang jauh lebih besar lagi," imbuh Dian.

Adapun saat ini hanya ada empat bank KBMI IV di Indonesia. Antara lain, tiga bank himpunan bank milik negara (himbara), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI), kemudian satu bank swasta PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).

Sementara itu, satu bank himbara lainnya yakni PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BRIS) juga sudah menyatakan keinginannya untuk naik kelas ke KBMI IV. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan itu perlu dilakukan agar seimbang dengan bank-bank pelat merah lainnya.

Menurutnya, target menjadi bank kategori modal inti di atas Rp70 triliun itu tidak hanya merupakan aspirasi BSI, tetapi juga dari para pemegang saham. Anggoro mengatakan perencanaan ini bersifat jangka menengah alias mid term.

"Pemegang saham juga berharap untuk BSI setelah sekarang jadi persero, tentu step berikutnya agar bisa punya footprint yang kuat, tentu harus punya juga kekuatan yang sama dengan yang lain. Tentu ini perencanaan yang sifatnya mid-term ya, bukan short-term," jelasnya.

Anggoro mengatakan pihaknya akan memulai persiapan untuk menjadi KBMI IV setidaknya tahun ini dan tahun depan.

Bank pelat merah papan tengah lainnya, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) mengatakan tidak terburu-buru "naik kelas" ke KBMI IV. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu menyebut pihaknya saat ini lebih fokus dalam menjaga profitabilitas, yakni melalui return on equity (ROE) di sekitar 12%-14% tahun ini.

Pada kesempatan lain, bank swasta papan tengah PT Bank Permata Tbk. (BNLI) menyatakan sedang fokus untuk memiliki pertumbuhan yang berkelanjutan alias sustainable. Direktur Keuangan dan Unit Usaha Syariah Permata Bank, Rudy Basyir Ahmad mengatakan pihaknya menyambut baik keinginan OJK untuk jumlah bank KBMI IV bertambah.

"Tentu imbauan itu kita terima dengan positif. Dan kita tahu lah, naiknya dari KBMI III dan KBMI IV itu pun menunjukkan bahwa bank itu akan lebih kuat dengan sendirinya," kata Rudy saat public expose di Permata Bank Head Office, Kamis (12/3/2026) lalu.

Ia melanjutkan bahwa Permata Bank akan terus menerapkan pertumbuhan yang sustainable. Dengan demikian, permodalan bank itu juga bertumbuh berkelanjutan, dan harapannya bisa mencapai ketentuan KBMI IV, yakni modal inti di atas Rp70 triliun itu.

Berdasarkan catatan CNBC Indonesia, saat ini ada empat bank dengan modal inti terdekat ke Rp 70 triliun. PT Bank Danamon Indonesia Tbk, PT Bank Permata Tbk, PT Bank Panin Tbk, dan PT Bank CIMB Niaga Tbk tercatat memiliki modal inti sekitar Rp 50 triliun. 

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article OJK Mau Hapus Kelas KBMI I, Bankir Bank Kecil Kompak Bilang Gini


Most Popular
Features