Breaking News! IHSG Anjlok 1%
Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melempem pada awal perdagangan pagi ini, Kamis (26/3/2026). Per pukul 10.17 WIB, IHSG turun 85,81 poin atau -1,18% ke level 7.216,31.
Sebanyak 338 saham turun, 318 naik, dan 302 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 23,8 triliun, melibatkan 14,76 miliar saham dalam 698.300 kali transaksi.
Awalnya IHSGÂ mengawali perdagangan di zona hijau. Indeks dibuka naik 0,16% atau menguat 11,54 ke level 7.313,66. Akan tetapi mulai mengalami koreksi dalam lima menit setelah dibuka.Â
Adapun pasar keuangan RI dari IHSG sampai rupiah kompak menguat pada hari pertama perdagangan setelah libur panjang Lebaran.
Optimisme investor muncul seiring munculnya harapan meredanya ketegangan geopolitik global setelah Amerika Serikat disebut tengah menyiapkan proposal diplomatik untuk meredakan konflik di Timur Tengah.
Namun di balik penguatan tersebut, pelaku pasar masih mencermati perkembangan konflik geopolitik yang menjadi sumber utama volatilitas global, menanti sejumlah data yang akan rilis, kemudian memantau bagaimana perkembangan rencana pengetatan fiskal dalam negeri.
Sentimen yang akan berpengaruh pada hari ini termasuk perkembangan konflik Iran dan AS hingga kebijakan terbaru Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa.
Perang antara Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel kini telah memasuki minggu keempat sejak konflik pecah pada akhir Februari 2026.
Di tengah eskalasi militer yang masih berlangsung, sinyal diplomasi mulai muncul di balik layar. Laporan dari sejumlah media internasional menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump telah mengirimkan draf proposal perdamaian kepada Teheran melalui Panglima Militer Pakistan, Marsekal Lapangan Syed Asim Munir, yang berperan sebagai perantara komunikasi tidak langsung antara kedua pihak.
Proposal yang dikenal sebagai "Proposal 15 Poin" tersebut berisi tuntutan besar terhadap Iran terkait program nuklir dan kebijakan regionalnya.
Di antaranya adalah pembongkaran seluruh kemampuan nuklir militer Iran, penghentian total aktivitas pengayaan uranium di dalam negeri, serta penyerahan seluruh stok uranium yang telah diperkaya kepada Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
Harga minyak berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu. Kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 2,2% menjadi ditutup di US$90,32 per barel.
Sementara itu, Brent internasional juga turun 2,17% ke US$102,22. Pelemahan harga minyak ini menjadi kabar baik karena bisa meredakan kekhawatiran investor mengenai potensi lonjakan inflasi.
Kemudian dari dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka peluang penempatan dana pemerintah ke bank swasta, namun dengan syarat ketat. Dirinya menegaskan hanya bank dengan kondisi fundamental kuat atau "dapur sehat" yang bisa dipertimbangkan.
"Bank swasta kalo mau juga nanti akan kita buka, yang sehat ya. Nanti kalo enggak gue di penjara lagi," ujar Purbaya saat halal bihalal bersama pewarta, Rabu (25/3/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Purbaya mengungkapkan telah menambah penempatan dana pemerintah ke himpunan bank milik negara (Himbara) dan Bank Jakarta sebesar Rp 100 triliun. Dengan tambahan ini, total dana yang ditempatkan mencapai sekitar Rp 300 triliun.
Sementara itu, Pasar Asia-Pasifik bergerak beragam pada hari Kamis setelah Iran memberi sinyal bahwa mereka tidak berniat mengadakan pembicaraan langsung dengan Amerika Serikat, meskipun Teheran sedang meninjau proposal Amerika untuk mengakhiri perang, menurut menteri luar negeri Republik Islam tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan bahwa pertukaran pesan antara kedua negara melalui mediator "tidak berarti Iran negosiasi dengan AS," lapor Reuters.
Indeks S&P/ASX 200 Australia datar pada perdagangan awal.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,28%, sementara Topix naik 0,43%. Indeks Kospi Korea Selatan turun 1,55% dan indeks Kosdaq untuk saham berkapitalisasi kecil hampir tidak berubah.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 25.268 dibandingkan dengan penutupan terakhir indeks di 25.335,95.
Harga minyak stabil selama jam perdagangan Asia. Kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate naik 0,72% menjadi $91 per barel.
Semalam di AS, Dow Jones Industrial Average naik 305,43 poin, atau 0,66%, dan ditutup pada 46.429,49. Indeks S&P 500 naik 0,54% menjadi 6.591,90, dan Nasdaq Composite naik 0,77% menjadi 21.929,83.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]