Breaking: Harga Minyak Kini Tembus US$ 111 Usai Qatar Dibombardir
Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak terus menguat karena Timur Tengah tetap bergejolak dengan serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan tersebut yang memicu kekhawatiran akan kekurangan pasokan.
Qatar mengatakan pada hari Rabu bahwa serangan rudal Iran telah merusak fasilitas ekspor gas alam cair (LNG) utama.
Tindakan tersebut menyusul peringatan Teheran tentang serangan terhadap fasilitas energi di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) setelah Israel membom fasilitas pengolahan gas alam di Iran.
Dalam kontrak berjangka Mei Kamis (19/3/2026) pagi, harga Brent naik 4% menjadi US$111,80 sementara kontrak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk April naik lebih dari 3% menjadi US$99,47.
"Serangan rudal Iran menimbulkan kerusakan luas pada Kota Industri Ras Laffan, fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia," kata Qatar dimuat CNBC International.
"Tim darurat dikerahkan untuk mengatasi kebakaran di Ras Laffan," ujar QatarEnergy dalam sebuah unggahan media sosial, menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
Kementerian Dalam Negeri Qatar juga memberikan pernyataan. Ditegaskan bahwa kebakaran telah berhasil dikendalikan.
Qatar mengutuk serangan itu sebagai "eskalasi berbahaya" dan "pelanggaran kedaulatan yang mencolok" seraya memperingatkan bahwa hal itu mengancam keamanan nasional dan stabilitas regional. Ditambahkan bahwa Qatar berhak untuk menanggapi berdasarkan hukum internasional.
Qatar telah menangguhkan produksi LNG pada 2 Maret setelah serangan drone Iran di Ras Laffan dan Kota Industri Mesaieed. Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) juga siaga setelah Israel menyerang fasilitas pengolahan gas alam Iran.
source on Google [Gambas:Video CNBC]