Mobil Listrik China Bisa Isi Daya 5 Menit, Negara Lain Tertinggal Jauh
Jakarta, CNBC Indonesia - Persaingan teknologi kendaraan listrik global kian memanas, dengan China melaju lebih cepat dalam pengembangan pengisian daya super cepat, sementara Amerika Serikat masih berupaya mengejar ketertinggalan meski menunjukkan kemajuan signifikan.
Dilansir dari WSJ, produsen otomotif asal China, BYD, mengklaim telah menghadirkan teknologi kendaraan listrik yang mampu "mengisi ulang" daya hanya dalam waktu lima menit, menyamai kecepatan pengisian bahan bakar mobil konvensional. Inovasi ini menjadi sorotan di tengah perlambatan permintaan kendaraan listrik di sejumlah pasar utama, termasuk di China dan Amerika Serikat.
Di sisi lain, pasar kendaraan listrik di Amerika Serikat mengalami tekanan sepanjang tahun lalu. Penjualan anjlok tajam, dipicu oleh melemahnya permintaan serta berakhirnya insentif pajak sebesar US$7.500 bagi pembelian kendaraan listrik baru.
Namun demikian, ada satu titik terang dari perkembangan di Negeri Paman Sam, yakni peningkatan pesat infrastruktur pengisian daya cepat. Stasiun pengisian cepat publik-yang memungkinkan kendaraan listrik terisi lebih cepat dibandingkan pengisian di rumah-tumbuh signifikan.
Berdasarkan studi terbaru dari perusahaan analitik pengisian kendaraan listrik, Paren, jumlah lokasi pengisian cepat di Amerika Serikat melonjak sekitar 87% dalam periode Januari hingga November 2025.
Pertumbuhan ini menunjukkan adanya percepatan pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu faktor kunci dalam mendorong adopsi kendaraan listrik.
Meski begitu, kesenjangan teknologi antara China dan Amerika Serikat masih terlihat jelas, khususnya dalam hal kecepatan pengisian daya.
Ketika China sudah mulai mengarah pada pengalaman pengguna yang setara dengan kendaraan berbahan bakar bensin, Amerika Serikat masih fokus memperluas jaringan pengisian untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik secara lebih luas.
Perkembangan ini menjadi penentu arah persaingan industri otomotif global ke depan, di mana kecepatan, kenyamanan, dan ketersediaan infrastruktur akan menjadi faktor utama dalam menarik minat konsumen terhadap kendaraan listrik.
BYD, yang baru-baru ini melampaui Tesla dalam penjualan kendaraan listrik, mengatakan awal bulan ini bahwa stasiun pengisian daya terbarunya dapat mengisi daya kendaraan listrik dengan baterai "Blade" terbaru perusahaan dari daya rendah hingga 70% dalam lima menit. Dalam sembilan menit, baterai dapat terisi hampir penuh.
BYD membawa teknologi pengisian cepatnya ke Eropa tahun ini. Ini merupakan tantangan lain bagi produsen mobil Barat yang bersaing dengan pesaing Tiongkok di sana dan di dalam negeri-dan berpotensi di AS suatu hari nanti.
(fsd/fsd) Add
source on Google