MARKET DATA

Perang AS-Iran Bikin Panik, Dana Asing US$ 1,1 Miliar Keluar dari RI

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
17 March 2026 14:20
Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Februari 2026. (Tangkapan layar Bank Indonesia)
Foto: Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Februari 2026. (Tangkapan layar Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan adanya aliran modal asing keluar dari Indonesia pada Maret 2026. Efek dari meletusnya perang di Timur Tengah, antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Perry mengatakan, pada Maret 2026, aliran modal asing yang keluar atau outflow dari pasar portofolio Indonesia mencapai US$ 1,1 miliar. Catatan itu berbalik arah dari periode Januari 2026 yang masih inflow US$1,6 miliar.

"Dipicu oleh meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global akibat perang di Timur Tengah," tegas Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI secara daring, Selasa (17/3/2026).

Ia mengatakan, selain aliran modal asing yang terpengaruh perang, neraca perdagangan hingga neraca finansial juga berpotensi terganggu, hingga mempengaruhi pelebaran defisit transaksi berjalan menuju batas atas perkiraan BI.

"Menurunnya prospek ekonomi dunia dan naiknya harga minyak global perlu mendapat perhatian karena dapat memperlebar defisit transaksi berjalan menuju batas atas kisaran defisit 0,9%-0,1% dari PDB," tegas Perry.

(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article BI Rate Diputuskan Tetap 4,75%, Ini Alasannya!


Most Popular
Features