Video: Bukan Hari Ini, Suku Bunga BI Diramal Turun 50 Bps Akhir 2026
Jakarta, CNBC Indonesia- Lonjakan harga minyak mentah dunia disebut Executive Director, Head of Trading Global Finance Markets Bank DBS Indonesia, Ronny Setiawan sebagai kekhawatiran pasar terhadap risiko perang Timur Tengah yang melibatkan Iran Vs AS dan Israel.
Ronny Setiawan menyebutkan harga minyak mentah yang masih di atas USD 80 per Dolar AS dinilai pasar sebagai belum meredanya perang Timur Tengah. Bagi Indonesia kondisi ini dapat berimbas pada tekanan pada APBN RI sehingga dapat mendorong pelemahan Rupiah, melebarnya defisit APBN dan perlambatan ekonomi RI
Kondisi ini juga akan mempengaruhi arah kebijakan suku bunga bank sentral seperti The Fed hingga Bank Indonesia yang diramal masih akan menahan suku bunga acuan di Maret 2026 namun memiliki peluang memangkas level BI Rate 50 Bps hingga akhir tahun 2026
Selengkapnya simak dialog Andi Shalini dengan Executive Director, Head of Trading Global Finance Markets Bank DBS Indonesia, Ronny Setiawan dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Selasa, 17/03/2026)
Add
source on Google