MARKET DATA

Vale Indonesia (INCO) Cetak Laba US$ 76,06 Juta pada 2025

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
17 March 2026 07:30
Kegiatan operasi smelter nikel PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Lucky Leonard Leatemia)
Foto: Kegiatan operasi smelter nikel PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) di Sorowako, Luwu Timur, Sulawesi Selatan. (CNBC Indonesia/Lucky Leonard Leatemia)

Jakarta, CNBC Indonesia — PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) mencatat kenaikan laba sepanjang 2025 meskipun kinerja operasional perusahaan mengalami tekanan.

Berdasarkan laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), laba tahun berjalan Vale tercatat sebesar US$76,06 juta pada 2025, meningkat 31,67% dibandingkan laba tahun sebelumnya yang sebesar US$57,76 juta.

Kenaikan laba tersebut terjadi di tengah pertumbuhan pendapatan yang relatif terbatas. Pendapatan perusahaan hanya naik 4,19% menjadi US$990,19 juta, dari US$950,39 juta pada 2024. Sementara itu, beban pokok pendapatan meningkat lebih cepat, yakni 4,42% menjadi US$879,34 juta.

Akibatnya, laba bruto hanya naik tipis 2,42% menjadi US$110,85 juta dari sebelumnya US$108,22 juta.

Tekanan semakin terlihat pada sisi operasional. Beban usaha melonjak 36,39% menjadi US$52,18 juta dibandingkan US$38,25 juta pada tahun sebelumnya. Di saat yang sama, beban lainnya juga naik 28,71% menjadi US$12,71 juta.

Kombinasi kenaikan berbagai beban tersebut membuat laba usaha Vale turun tajam 35,08% menjadi US$41,43 juta, dari US$63,82 juta pada 2024.

Meski demikian, laba bersih perseroan tetap meningkat karena ditopang sejumlah pos non-operasional.

Vale mencatat keuntungan atas pengakuan nilai wajar aset derivatif sebesar US$16,57 juta, berbalik dari kerugian US$19,94 juta pada tahun sebelumnya. Selain itu, perusahaan juga membukukan keuntungan pengakuan nilai wajar investasi saham sebesar US$6,68 juta, naik signifikan dibandingkan US$1,35 juta pada 2024.

Perseroan juga mencatat keuntungan dari pelepasan pengendalian entitas anak sebesar US$634 ribu serta bagian laba dari entitas asosiasi sebesar US$607 ribu, meningkat tajam dibandingkan tahun sebelumnya.

Didukung oleh berbagai keuntungan non-operasional tersebut, laba sebelum pajak penghasilan meningkat 27,64% menjadi US$94,53 juta.

Setelah memperhitungkan beban pajak penghasilan sebesar US$18,47 juta, laba tahun berjalan Vale pada 2025 tercatat US$76,06 juta.

Sementara itu, dari sisi neraca, total aset Vale meningkat menjadi sekitar US$3,3 miliar pada akhir 2025, dari US$3,1 miliar pada tahun sebelumnya.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article PTPP Cetak Laba Rp 5,5 M Hingga Kuartal III-2025


Most Popular
Features