BRI (BBRI) Gelar RUPS Bulan Depan, Catat Agendanya
Jakarta, CNBC Indonesia — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada Jumat (10/4/2026) mendatang. Dalam pemanggilan RUPST, bank pelat merah itu akan membahas tujuh agenda.
Di antaranya, satu agenda yang dinanti-nantikan para investor, yakni persetujuan penggunaan laba bersih BRI untuk tahun buku 2025. Direksi BRI menjelaskan bahwa sesuai Pasal 27 ayat (12) Anggaran Dasar Perseroan.
Pasal 72 UUPT, pada tanggal 17 Januari 2026, Perseroan telah membayarkan dividen interim Tahun Buku 2025 yang diperhitungkan dalam dividen atas laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025.
Mengingatkan saja, BRI telah membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp137 per saham atau total Rp20,63 triliun, yang dibayarkan pada 15 Januari 2026. Kebijakan ini berasal dari laba bersih per 30 September 2025, dengan recording date (pencatatan pemegang saham) pada 2 Januari 2026
Selanjutnya, banknya "wong cilik" itu akan memberikan dividen tambahan untuk tahun buku 2025. Untuk tahun buku 2024, BRI telah menebar dividen tunai yang sebesar Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham. Besaran itu meliputi dividen interim sebesar Rp20,33 triliun atau Rp135 per saham.
Sementara itu, laba bersih tahun berjalan BRI tercatat sebesar Rp57,13 triliun sepanjang tahun 2025. Perolehan laba itu turun 5,26% secara tahunan (yoy) dari sebesar Rp60,30 triliun pada tahun 2024.
Namun, Direktur Utama BRI Hery Gunardi memberi sinyal bahwa jumlah pembagian dividen tahun ini akan meningkat dari tahun lalu. Ia merujuk pada kondisi permodalan bank pelat merah itu saat ini sangat memadai dan jauh di atas ketentuan regulator, tercermn dari capital adequacy ratio (CAR) mencapai 23,52%.
Selain dividen, BRI juga akan membahas perubahan anggaran dasar Perseroan, sehubungan dengan penandatangan Perjanjian Pengalihan Saham BBRI yang tertuang dalam (Surat BP BUMN) dan Surat PT Danantara Asset Management (Persero). BP BUMN dan DAM selaku pemegang saham BBRI menyetujui pengalihan sebagian saham Seri B DAM di Perseroan kepada BP BUMN.
Berikut ketujuh agenda RUPST BRI 2026:
1. Persetujuan Laporan Tahunan dan Pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta Pengesahan Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK) Tahun Buku 2025, sekaligus Pemberian Pelunasan dan Pembebasan Tanggung Jawab Sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi atas Tindakan Pengurusan Perseroan dan Dewan Komisaris atas Tindakan Pengawasan Perseroan yang Telah Dijalankan Selama Tahun Buku 2025.
2. Persetujuan Penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2025.
3. Penetapan Gaji/Honorarium berikut Fasilitas dan Tunjangan Tahun Buku 2026 dan Remunerasi atas Kinerja Tahun Buku 2025 yang Ditetapkan untuk Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan.
4. Penunjukan Akuntan Publik di Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan Tahun Buku 2026 serta Laporan Keuangan Program PUMK untuk Tahun Buku 2026.
5. Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026-2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta Perubahannya dari RUPS kepada Pihak yang Ditunjuk RUPS
6. Laporan Realisasi Penggunaan Dana Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap I Tahun 2025 dan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Bank BRI Tahap II Tahun 2026
7. Perubahan Anggaran Dasar Perseroan. Pemegang Saham dapat mendeklarasikan kehadirannya sejak tanggal Pemanggilan Rapat hingga selambat - lambatnya 1 hari kerja sebelum tanggal penyelenggaraan Rapat yaitu pada Kamis, 9 April 2026 pukul 12.00 WIB.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]