Breaking News! IHSG Turun 3%, Sentuh Level 7.100-an

mkh, CNBC Indonesia
Jumat, 13/03/2026 15:26 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam menjelang akhir sesi 2, Jumat (13/3/2026). Per pukul 15.20, IHSG ditutup turun 3% ke level 7.141,46. 

Sebanyak 671 saham turun, 103 naik, dan 184 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,98 triliun, melibatkan 21,51 miliar saham dalam 1,33 juta kali transaksi. 

Adapun IHSG merosot 1,81% atau -133,18 poin ke level 7.228,94 pada akhir sesi 1, Jumat (13/3/2026). Sejak pagi IHSG konsisten berada di zona merah dan mengalami volatilitas yang terbilang tinggi.


Sementara itu, Bumi Resources (BUMI) menjadi saham dengan nilai transaksi di pasar reguler. Namun secara total XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) mencatat nilai transaksi tertinggi, dengan Rp 800 miliar dilakukan di pasar negosiasi.

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah. Bahan baku turun paling dalam, yakni -2,94%. Lalu diikuti oleh utilitas -2,78% dan konsumer non-primer -2,76%.

Adapun saham yang menjadi pemberat adalah Amman Mineral (AMMN) dengan bobot -12,89 indeks poin. Kemudian Bank Mandiri (BMRI) menyeret IHSG ke bawah sebesar -10,87 indeks poin dan diikuti Barito Renewables Energy (BREN) -7,4 indeks poin.

Pelaku pasar cemas dengan pasokan minyak di tengah perang Iran dengan Amerika Serikat dan Israel akan berkepanjangan. Harga minyak telah meroket lebih dari 38% dalam waktu kurang dari dua pekan akibat ancaman serius terhadap jalur pasokan global.

Harga minyak mentah Brent mencapai ke US$ 100,72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 95,37 per barel.

Lonjakan ini didorong oleh serangan terhadap dua kapal tanker dan fasilitas pelabuhan minyak di perairan Irak, yang memicu kekhawatiran atas keamanan navigasi di Selat Hormuz. Pihak militer Iran bahkan melontarkan peringatan bahwa harga minyak dapat meroket hingga US$ 200 per barel.

Dalam perkembangan lain, di tengah operasi militer skala besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, intelijen AS mengindikasikan bahwa struktur kepemimpinan pemerintah Iran saat ini masih utuh dan jauh dari risiko keruntuhan. Laporan tersebut menegaskan bahwa rezim di Teheran tetap memegang kendali penuh atas masyarakatnya.

Posisi pemimpin tertinggi juga telah digantikan oleh putra Khamenei, Mojtaba, guna menjaga stabilitas. Di sisi lain, kelompok milisi Kurdi Iran sempat menawarkan bantuan pemberontakan, namun opsi tersebut ditepis oleh Presiden Donald Trump karena intelijen meragukan kapasitas persenjataan mereka.

Berdasarkan laporan terakhir, Mojtaba menjelaskan di dalam pemaparan publik pertamanya sejak terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran, bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Hal ini diterapkan guna menjadikannya alat untuk menekan musuh.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Perang Iran Merambat Kemana-mana, IHSG-Rupiah Anjlok Berjamaah