MARKET DATA

Bukalapak (BUKA) Balikkan Rugi Jadi Untung, di 2025 Cuan Rp3,1 Triliun

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
13 March 2026 11:50
Bukalapak. (Dok. Detikcom/Agus Tri Haryanto)
Foto: Bukalapak. (Dok. Detikcom/Agus Tri Haryanto)

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukalapak.com Tbk. (BUKA) mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sepanjang tahun 2025 mencapai Rp 3,1 triliun. Akhirnya BUKA mencatat laba dari tahun 2024 yang mengalami kerugian Rp 1,5 triliun.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), capaian laba tersebut berasal dari pendapatan bersih yang naik dari Rp 4,4 triliun menjadi Rp 6,5 triliun. Seiring dengan peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan juga naik dari Rp 3,7 triliun menjadi Rp 5,9 triliun.

Selanjutnya, dikurangi beban penjualan dan pemasaran yang turun jadi Rp 212,6 miliar, beban umum dan administrasi yang turun signifikan jadi Rp 490 miliar dari sebelumnya Rp 1,4 triliun, ditambah pendapatan operasi lainnya yang naik jadi Rp 227 miliar, dan laba nilai investasi bersih yang mencapai Rp 2,3 triliun dari sebelumnya rugi Rp 1,5 triliun, maka laba usaha BUKA jadi Rp 2,4 triliun dari tahun 2024 yang rugi Rp 2,5 triliun.

Selanjutnya, ditambah pendapatan keuangan yang turun jadi Rp 818,1 miliar, beban keuangan yang naik jadi Rp 9,9 miliar, dan bagian atas rugi entitas asosiasi yang naik tipis jadi Rp 59,6 miliar, maka laba sebelum beban pajak final dan pajak penghasilan jadi RP 3,1 triliun.

Namun, dikurangi laba sebelum beban pajak penghasilan dan beban pajak penghasilan, maka laba tahun berjalan BUKA sepanjang 2025 jadi Rp 3,14 triliun dari sebelumnya rugi Rp 1,54 triliun.

Adapun total aset BUKA sepanjang 2025 naik jadi RP 26,03 triliun dari tahun 2024 yang sebesar Rp 24,7 triliun.

Manajemen menyampaikan, lonjakan pendapatan konsolidasi sebesar 46% secara tahunan, dari Rp4,5 triliun pada tahun 2024 menjadi Rp6,5 triliun pada tahun 2025.

Segmen Gaming, yang mengoperasikan gaming marketplace seperti Itemku dan Lapakgaming, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp1,5 triliun pada kuartal IV tahun lalu, tumbuh 8% secara kuartalan yang didorong oleh strategi pemasaran yang lebih efektif dan meningkatnya aktivitas transaksi di akhir tahun.

Sementara itu, segmen Mitra Bukalapak yang berfokus dalam memberdayakan UMKM melalui penyediaan akses kepada produk virtual, mencatatkan kenaikan pendapatan 12% Q-on-Q menjadi Rp191 miliar seiring dengan meningkatnya permintaan produk virtual seperti in-game currency dan voucher isi ulang permainan.

Di sisi lain, segmen Investment melalui platform B-Money menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat dengan kenaikan pendapatan sebesar 39% Q-on-Q menjadi Rp25 miliar, didorong oleh peningkatan jumlah transaksi dan pertumbuhan jumlah Investor.

Terakhir, segmen Retail tetap menjadi bagian strategis dalam ekosistem digital Perseroan melalui pendekatan omnichannel yang menawarkan portofolio merek lokal dan internasional.

Segmen ini mencatatkan pendapatan Rp74 miliar pada kuartal IV, tumbuh 12% secara kuartalan yang didorong oleh tingginya permintaan akhir tahun serta aktivitas cuci gudang untuk mengoptimalkan perputaran stok.

Menanggapi pertumbuhan bisnis Bukalapak yang menggembirakan, Direktur Bukalapak, Victor Putra Lesmana, menyatakan bahwa perusahaan kini memprioritaskan kesehatan bisnis jangka panjang.

"Tahun 2025 adalah momen penting bagi kami untuk memperkuat fondasi perusahaan dengan berfokus pada strategi yang dapat memberikan nilai jangka panjang kepada stakeholders kami," ungkapnya dalam keterangan tertulis.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kuartal III-2025, Laba Bersih Unilever Indonesia (UNVR) Melonjak 117%


Most Popular
Features