MARKET DATA

Breaking News! Harga Minyak Melambung, IHSG Turun 1%

mkh,  CNBC Indonesia
13 March 2026 09:28
Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun lebih dari 1% pada awal perdagangan hari ini, Jumat (13/3/2026). IHSG tercatat turun 1,06% ke level 7.284,41 sekitar pukul 09.27 WIB.

Sebanyak 463 saham turun, 151 naik, dan 344 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 2,19 triliun, melibatkan 5,2 miliar saham dalam 321.800 kali transaksi. 

Pergerakan IHSG pagi ini selaras dengan pasar Asia. Indeks S&P/ASX 200 Australia anjlok 0,3% pada perdagangan awal Asia, sedangkan Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2% dan indeks Topix yang lebih luas turun 1,4%.

Indeks saham unggulan Korea Selatan, Kospi, merosot hampir 3% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq turun hampir 2%.

Hal tersebut seiring dengan pelaku pasar yang cemas terhadap pasokan minyak di tengah perang yang diperkirakan akan berkepanjangan. 

Harga minyak telah meroket lebih dari 38% dalam waktu kurang dari dua pekan akibat ancaman serius terhadap jalur pasokan global.

Harga minyak mentah Brent mencapai ke US$ 100,72 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di US$ 95,37 per barel.

Lonjakan ini didorong oleh serangan terhadap dua kapal tanker dan fasilitas pelabuhan minyak di perairan Irak, yang memicu kekhawatiran atas keamanan navigasi di Selat Hormuz. Pihak militer Iran bahkan melontarkan peringatan bahwa harga minyak dapat meroket hingga US$ 200 per barel.

Dalam perkembangan lain, di tengah operasi militer skala besar yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel, intelijen AS mengindikasikan bahwa struktur kepemimpinan pemerintah Iran saat ini masih utuh dan jauh dari risiko keruntuhan. Laporan tersebut menegaskan bahwa rezim di Teheran tetap memegang kendali penuh atas masyarakatnya.

Posisi pemimpin tertinggi juga telah digantikan oleh putra Khamenei, Mojtaba, guna menjaga stabilitas. Di sisi lain, kelompok milisi Kurdi Iran sempat menawarkan bantuan pemberontakan, namun opsi tersebut ditepis oleh Presiden Donald Trump karena intelijen meragukan kapasitas persenjataan mereka.

Berdasarkan laporan terakhir, Mojtaba menjelaskan di dalam pemaparan publik pertamanya sejak terpilih menjadi pemimpin tertinggi Iran, bahwa Selat Hormuz harus tetap ditutup. Hal ini diterapkan guna menjadikannya alat untuk menekan musuh.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Harga Minyak Dunia Menguat, Pasokan dan Optimisme Dagang Dorong Brent


Most Popular
Features