MARKET DATA

Friderica Widyasari Dewi Jadi Ketua OJK, Ini Profilnya

Zefanya Aprilia & Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
11 March 2026 19:17
Friderica Widyasari Dewi saat mengikuti Uji Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Rabu, (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhamad sabki)
Foto: Friderica Widyasari Dewi saat mengikuti Uji Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Rabu, (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhamad sabki)
Daftar Isi

Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menyetujui Friderica Widyasari Dewi untuk mengisi kekosongan Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebelumnya, Friderica telah lebih dulu dilantik menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Ketua OJK menggantikan Mahendra Siregar yang mundur akhir Januari lalu usai rentetan kabar buruk menimpa pasar modal RI, dipicu oleh pembekukan saham Indonesia di indeks MSCI.

Sebagai Ketua OJK, Friderica hadir dengan rekam jejak panjang, pemahaman mendalam, dan pengalaman lintas peran di sektor jasa keuangan, khususnya pasar modal.



Bagi pelaku industri, regulator, hingga investor ritel, nama Friderica, bukanlah sosok baru. Selama lebih dari dua dekade, ia menapaki hampir seluruh mata rantai ekosistem pasar modal Indonesia: dari operator bursa, lembaga infrastruktur, pelaku industri, hingga regulator.

Karier Friderica sendiri dibangun secara bertahap dan konsisten. Ia mengawali kiprahnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan kemudian dipercaya menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Direktur Pengembangan Pasar. Peran ini membuatnya bersentuhan langsung dengan isu pendalaman pasar, peningkatan jumlah investor, serta penguatan kualitas emiten.

Pengalaman tersebut berlanjut ketika Friderica memimpin PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Utama. Di bawah kepemimpinannya, KSEI mencatat berbagai lompatan penting, terutama dalam digitalisasi layanan dan peningkatan keamanan sistem penyimpanan efek, fondasi krusial bagi kepercayaan pasar.

Sebelum masuk ke OJK, Friderica juga sempat menjabat sebagai Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas, memperkaya perspektifnya dari sisi pelaku industri dan interaksi langsung dengan dinamika investor.

Friderica meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM), melanjutkan MBA di California State University, Amerika Serikat, dan menuntaskan program doktoral di UGM.

Disertasi doktoralnya secara khusus mengkaji struktur kepemilikan, nilai perusahaan, dan risiko pada perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia. 

Selama di OJK, Friderica dikenal sebagai salah satu motor penguatan pengawasan perilaku pasar (market conduct). Ia memandang integritas pasar tidak hanya ditentukan oleh kecukupan modal dan kepatuhan administratif, tetapi juga oleh perilaku pelaku usaha jasa keuangan terhadap konsumen dan investor.

Komitmen ini mengantarkan Friderica dipercaya menjadi bagian dari OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE) serta Governing Council FinCoNet, memperkuat posisi Indonesia dalam percaturan global terkait perlindungan konsumen keuangan.

Berbagai penghargaan nasional yang diterima Friderica dalam beberapa tahun terakhir menegaskan reputasinya sebagai pemimpin yang konsisten dan berpengaruh di sektor jasa keuangan. Namun, tantangan ke depan dinilai tidak ringan.

Berbagai pengamat menilai, kepemimpinan Friderica di OJK akan diuji oleh dinamika pasar modal yang semakin kompleks: volatilitas ekonomi global, digitalisasi dan inovasi produk keuangan, hingga meningkatnya partisipasi investor ritel dan kompleksnya upaya pelindungan konsumen.

Penunjukan Friderica Widyasari Dewi sebagai pimpinan OJK menandai babak baru dalam tata kelola sektor jasa keuangan Indonesia. Bukan hanya karena ia perempuan pertama di posisi tersebut, tetapi karena ia membawa kombinasi langka: pengalaman lapangan, ketajaman akademik, dan visi pengawasan yang adaptif.

Di tengah tuntutan pasar yang semakin cepat dan kompleks, Friderica hadir sebagai arsitek kebijakan yang memahami bahwa kepercayaan adalah mata uang utama sektor jasa keuangan. Dan sektor keuangan Indonesia kini menaruh harapan besar pada kepemimpinan yang lahir dari proses panjang, bukan sekadar momentum.

Berikut Profil Singkat Friderica Widyasari Dewi

Nama Lengkap:Dr. Friderica Widyasari Dewi, S.E., M.B.A.

Pendidikan:

Doktor (S3) - Universitas Gadjah Mada, 2019 Lulus dengan predikat Cumlaude

Master of Business Administration (MBA) - California State University of Fresno, Amerika Serikat, 2004

Sarjana Ekonomi (S.E.) - Universitas Gadjah Mada, 2001

Jabatan dan Pengalaman Profesional:

2026 - sekarang
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku Pejabat Sementara Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK

2022 - 2026
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

2020 - 2022
Direktur Utama PT BRI Danareksa Sekuritas

2016 - 2019
Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

2015 - 2016
Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI)

2009 - 2015
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

Penugasan dan Peran Strategis Nasional

2023 - sekarang
Koordinator Dewan Pembina Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) dan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC)

2023 - sekarang
Anggota Komite Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera)

Keterlibatan Internasional

2022 - sekarang
Advisory Board OECD International Network on Financial Education (OECD/INFE)

2022 - sekarang
Governing Council International Financial Consumer Protection Organisation (FinCoNet)

Publikasi Buku

Cara Bijak Mengelola Portofolio Investasi
Pengawasan Market Conduct: A Game Changer

Penghargaan

Indonesia Outstanding Women Leader in Financial Services 2025 - CNN Indonesia
BIG 40 Awards 2025 kategori Consumer Protection Governance Strategist - Bisnis Indonesia
The Most Outstanding Woman 2025 - Infobank

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Buka Gembok 4 Saham Hari Ini, MINA hingga TRUE


Most Popular
Features