MARKET DATA

Calon Bos OJK Siapkan Exit Policy Emiten Tak Penuhi Free Float 15%

Redaksi,  CNBC Indonesia
11 March 2026 14:00
Friderica Widyasari Dewi saat mengikuti Uji Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Rabu, (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhamad sabki)
Foto: Friderica Widyasari Dewi saat mengikuti Uji Kelayakan (Fit and Proper Test) Calon Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Ruang rapat Komisi XI, DPR RI, Jakarta, Rabu, (11/3/2026). (CNBC Indonesia/Muhamad sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pejabat sementara Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi menyiapkan strategi mendorong pemenuhan free float saham perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) menjadi 15%. Ia mengungkapkan pihaknya sudah berdiskusi dengan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dan para SRO.

Hal ini disampaikannya saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan alias fit and proper test sebagai calon Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK di Komisi XI DPR RI hari ini, Rabu (11/3/2026).

Perempuan yang akrab disapa Kiki itu mengakui bahwa pemenuhan free float saham 15% itu tidak serta merta dapat dilakukan dan harus melalui beberapa tahap. Oleh karena itu, ia menetapkan aturan bagi perusahaan yang hendak melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) tahun ini untuk sudah memiliki tingkat free float 15%.

Selanjutnya, Kiki mengatakan bahwa pihaknya telah berdiskusi dengan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan menyampaikan bahwa pemenuhan ketentuan free float dapat dilakukan secara bertahap di tahun pertama dan kemudian dilanjutkan tahun ketiga. Namun, perusahaan terbuka yang tak mampu memenuhi ketentuan tersebut dapat dikeluarkan.

"Ultimately, ketika emiten itu tidak bisa memenuhi ketentuan 15% itu kita akan siapkan exit policy, sehingga semuanya juga win-win. Artinya mereka tidak bisa tetap exist tanpa memenuhi ketentuan yang kita berikan," ujar Kiki.

Ia memaparkan saat ini kebutuhan meningkatkan free float saham emiten cukup besar, mencapai sekitar Rp200 triliun untuk tahun 2026.

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Bursa Akan Lakukan Penyesuaian Free Float Saham IPO


Most Popular
Features