Video

Video: Uji Daya Tahan Industri Baja Lokal Hadapi Gejolak Global 2026

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Senin, 09/03/2026 18:45 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Lonjakan harga komoditas di tengah kecamuk perang Timur Tengah hingga Rusia Vs Ukraina menjadi sentimen yang turut mempengaruhi Industri baja di Indonesia.

Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi mengatakan Tatalogam Group sebagai produsen bahan bangunan berbasis baja seperti genteng metal dan baja ringan menyebutkan kenaikan harga komoditas imbas gejolak global membuat bahan baku baja ikut naik.

Pada 2026, industri baja berharap pasokan baja impor seperti dari China dapat dikendalikan agar tidak membunuh produsen lokal. Hal ini dapat dilakukan dengan upaya pemerintah untuk menetapkan standar Nasional Indonesia (SNI) terkait produk impor yang beredar di Indonesia.

Menghadapi kondisi ini, Tatalogam fokus untuk memperkuat kapasitas produksi dari 250 ribu ton menjadi 500 ribu ton per tahun untuk menjangkau pasar yang lebih besar.

Selengkapnya simak dialog Selengkapnya Simak Dialog Shinta Zahara dengan Vice President Tatalogam Group, Stephanus Koeswandi dalam Manufacture Check,CNBCIndonesia (Senin, 09/03/2026)

Add as a preferred
source on Google

Related Videos
Popular Videos