Video

Video: Harga Minyak Sentuh USD 80/Barel, Bos MI: Sudah Lampu Kuning

CNBC Indonesia TV, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 12:46 WIB
Jakarta, CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia- Penilaian MSCI, Moody's hingga Fitch Rating yang menurunkan outlook utang RI ke Negatif menjadi sentimen yang turut menekan pasar keuangan RI di tengah gonjang-ganjing perang Iran Vs Amerika Serikat.

Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto mengatakan tekanan yang terjadi di bursa saham saat ini tidak hanya dialami IHSG tetapi juga bursa global, dimana rumor terkait perang, hingga penutupan selat Hormuz masih menjadi sentimen yang menekan.

Sementara di pasar obligasi, sentimen terkait pengelolaan APBN yang lebih agresif turut menjadi perhatian. Investor khawatir lonjakan harga minyak akan membebani APBN dari sisi subsidi energi meski di sisi lain kenaikan harga komoditas akan menguntungkan sektor sawit dan batu bara serta nikel.

Pemerintah perlu memperhatikan kondisi kenaikan harga minyak dunia, saat harga minyak USD 80 per barel menjadi 'lampu kuning' namun jika naik ke USD 900-100/barel akan semakin menekan APBN.

Seperti apa dampak perang ke IHSG, Rupiah & SBN hingga ekonomi RI? Selengkapnya simak dialog Syarifah Rahma dengan Direktur Panin Asset Management, Rudiyanto dalam Squawk Box CNBC Indonesia (Jum'at, 06/03/2026)

Add as a preferred
source on Google