Minyak Melonjak & Wall Street Jatuh! Bursa Asia Terseret
Jakarta, CNBC Indonesia — Bursa Asia dibuka melemah pada perdagangan akhir pekan ini, Jumat (6/3/2026), mengikuti jejak Wall Street. Sentimen indeks dipengaruhi oleh konflik Iran yang masih berlangsung dan membuat harga minyak melonjak tinggi.
Kospi Korea Selatan jatuh 0,87%, setelah menapaki hari terbaiknya sejak 2008 di sesi sebelumnya. Namun, Kosdaq yang berkapitalisasi kecil, memperpanjang kenaikan menjadi 2,45%.
Sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,24%. Topix mengalami penurunan yang lebih besar, yakni -0,42%. Sedangkan Indeks S&P/ASX 200 Australia turun 1,09% pada awal perdagangan, terseret oleh saham-saham material dasar.
Indeks berjangka Hang Seng Hong Kong berada di 25.037, lebih rendah dari penutupan terakhir HSI di 25.321,34.
Mengutip CNBC Internasional, harga minyak menembus angka US$80 per barel, dengan Brent berjangka naik 3,54% dan terakhir diperdagangkan pada $84,31.
Minyak mentah West Texas Intermediate AS, yang mengalami kenaikan terbesar dalam satu hari sejak Mei 2020, terakhir turun 2% pada US$79,38.
Di sisi lain, sentimen pasar modal juga harus menghadapi ketidakpastian di sisi perdagangan global setelah Jaksa Agung New York Letitia James dan jaksa agung dari 23 negara bagian lainnya kembali menuntut untuk memblokir rezim tarif global Presiden Donald Trump.
Hal ini terjadi setelah Pengadilan Perdagangan Internasional AS memutuskan pada hari Kamis bahwa perusahaan-perusahaan berhak mendapatkan pengembalian tarif dari bea masuk Trump yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung.
Semalam di AS, ketiga indeks utama turun, dengan aksi jual saham yang dipimpin oleh Boeing, Caterpillar, dan saham-saham lain yang akan mengalami kerugian paling besar jika ekonomi global melambat.
Dow Jones Industrial Average turun 1,61%, sementara S&P 500 turun 0,56%. Nasdaq Composite yang merupakan saham teknologi turun 0,26%.
(mkh/mkh) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]