Asing Borong Saham Tambang Saat IHSG Rebound

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Jumat, 06/03/2026 08:05 WIB
Foto: Ilustrasi Bursa Efek Indonesia. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia — Meski investor asing masih mencatatkan jual bersih (net foreign sell) Rp210 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Kamis (5/3/2026), sejumlah saham justru menjadi sasaran aksi beli bersih (net foreign buy).

Berdasarkan data perdagangan, aliran dana asing paling besar masuk ke saham perbankan berkapitalisasi jumbo hingga emiten sektor energi dan komoditas.

Saham Bank Central Asia (BBCA) menjadi emiten dengan net foreign buy terbesar, yakni mencapai sekitar Rp148,2 miliar. Di posisi kedua terdapat saham PT Astra International Tbk (ASII) dengan net foreign buy Rp90,8 miliar dari total transaksi Rp339,4 miliar.


Sementara itu, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) menempati posisi ketiga dengan net foreign buy Rp81,6 miliar.

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:

  1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp148,2 miliar
  2. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp90,8 miliar
  3. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) - Rp81,6 miliar
  4. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp70,4 miliar
  5. PT Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) - Rp52,9 miliar
  6. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp42,3 miliar
  7. PT United Tractors Tbk (UNTR) - Rp40,1 miliar
  8. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) - Rp28,4 miliar
  9. PT Film Indonesia Tbk (FILM) - Rp26,9 miliar
  10. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) - Rp17,2 miliar

Masuknya dana asing ke sejumlah saham tersebut terjadi di tengah rebound Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 133,48 poin atau 1,76% ke level 7.710,54.

Pada perdagangan tersebut, 625 saham menguat, 134 saham melemah, dan 199 saham stagnan. Namun nilai transaksi tercatat Rp17,43 triliun, lebih rendah dibandingkan perdagangan sehari sebelumnya yang mencapai Rp29,59 triliun.

Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan nilai beli Rp5,87 triliun dan nilai jual Rp6,08 triliun, sehingga secara agregat masih menghasilkan net sell Rp210 miliar di pasar saham domestik.


(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Investasi Pengelola Dana Jumbo Cermati Efek Moody's