IHSG Melesat, Ini 5 Rekomendasi Saham yang Bisa Dilirik

, CNBC Indonesia
Kamis, 05/03/2026 09:30 WIB
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 4,57% ke level 7.577,06 pada perdagangan Rabu (4/3). Pelemahan terjadi merata, dengan seluruh 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Basic Industry mencatat penurunan terdalam sebesar 7,42%. Namun, pada perdagangan pagi ini, Kamis (5/3/2026) IHSG berballik melesat hingga 2%.

Sejumlah saham mencatat pergerakan signifikan. SGRO (+7,81%), IFSH (+25,00%), dan POLU (+9,68%) menjadi penggerak kenaikan terbesar. Sebaliknya, TLKM (-7,25%), AMMN (-10,62%), dan BRMS (-13,27%) membebani indeks. Investor asing tercatat melakukan jual bersih sebesar Rp213,98 miliar di pasar reguler dan Rp117,91 miliar di seluruh pasar.

Di pasar global, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat. Indeks Dow Jones naik 0,49% ke 48.739, diikuti S&P 500 yang bertambah 0,78% ke 6.869, serta Nasdaq yang menguat 1,29% ke 22.807. 


Kekhawatiran terhadap dampak perang Iran mulai mereda, meski ETF EIDO dan MSCI Indonesia masing-masing masih melemah 1,63% dan 4,28% seiring revisi outlook negatif Fitch terhadap Indonesia.

Sementara itu, Bayan Resources (BYAN) mengalokasikan belanja modal (capex) sebesar US$200–300 juta pada 2026, setara Rp3,38–5,07 triliun dengan asumsi kurs Rp16.916 per dolar AS. Anggaran tersebut lebih tinggi dibandingkan realisasi 2025 sebesar US$181,7 juta.

Perseroan menargetkan pendapatan di kisaran US$1,8–3,8 miliar, dengan proyeksi produksi batubara sebesar 39–76 juta ton dan volume penjualan 39–78 juta ton. Manajemen memperkirakan average selling price (ASP) berada di rentang US$46–48 per ton, cash cost produksi US$36–42 per ton, serta stripping ratio 4,8–5,2 kali.

Pada 2025, BYAN mencatat penurunan ASP menjadi US$48,4 per ton dari US$61,3 per ton pada 2024. Meski demikian, volume penjualan meningkat 25,97% secara tahunan menjadi 70,8 juta ton dan produksi naik 19,5% menjadi 68 juta ton.

Di sektor perbankan, Bank Negara Indonesia (BBNI) menyiapkan dana maksimal Rp905,48 miliar untuk melaksanakan aksi pembelian kembali saham dengan jumlah tidak melebihi 10% dari modal ditempatkan dan disetor. Dana tersebut bersumber dari free cash flow berupa saldo laba yang belum ditentukan penggunaannya.

Rencana buyback masih menunggu persetujuan RUPST pada 9 Maret dengan mengacu pada POJK No. 29/2023. Periode pelaksanaan direncanakan berlangsung selama 12 bulan, yakni mulai 9 Maret 2026 hingga 8 Maret 2027. Secara proforma, total aset diperkirakan menjadi Rp1.361 triliun dari sebelumnya Rp1.362 triliun, sementara laba bersih per saham meningkat Rp3 menjadi Rp540.

Rekomendasi Saham Hari Ini

  • ELSA - Buy 850-860 | TP 900-935 | SL 800

  • ANTM - Buy 3930-3950 | TP 4120-4220 | SL 3680

  • BMRI - Buy 4950-4970 | TP 5075-5200 | SL 4700

  • DEWA - Buy 450-456 | TP 476-488 | SL 432

  • TINS - Buy 3720-3740 | TP 3990-4110 | SL 3500

Disclaimer: Ingat, bahwa segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. 

Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google