Jasa Marga (JSMR) Cetak Core Profit Rp3,7 Triliun di 2025

Elga Nurmutia, CNBC Indonesia
Selasa, 03/03/2026 15:19 WIB
Foto: dok Jasa Marga

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten BUMN di bidang infrastruktur jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) mampu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 19,8 triliun atau tumbuh 5,8% year on year (yoy) pada akhir 2025. Capaian ini ditopang oleh kontribusi utama dari pendapatan tol sebesar Rp 18,2 triliun dan pendapatan usaha lain sebesar Rp 1,6 triliun.

EBITDA Jasa Marga mengalami peningkatan dibandingkan periode sebelumnya menjadi sebesar Rp 13,3 triliun pada 2025. Pada saat yang sama, Jasa Marga juga berhasil menjaga kestabilan kinerja dengan capaian EBITDA Margin pada level yang tangguh, yakni 67,0%.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A. Purwanton menjelaskan, core profit Perseroan tercatat stabil sebesar Rp 3,7 triliun. Stabilitas core profit ini tidak terlepas dari pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta keberhasilan Perseroan dalam menurunkan beban keuangan secara konsolidasi sebesar 10,5% yoy.


"Core profit dan kinerja Perseroan sepanjang 2025 terjaga stabil, didukung oleh pertumbuhan pendapatan usaha dan EBITDA, serta penurunan beban keuangan secara konsolidasi sebagai dampak positif dari aksi korporasi equity financing di PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) yang dilakukan pada Kuartal IV Tahun 2024," ujar Rivan dalam keterangan tertulis, Selasa (3/3/2026).

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2024 lalu, Perseroan menggandeng mitra strategis melalui aksi korporasi equity financing PT JTT, di mana Jasa Marga tetap menjadi pengendali utama dengan kepemilikan saham sebesar 65%. Strategi ini terbukti mampu memperkuat kapasitas keuangan dan meningkatkan fleksibilitas pendanaan Perseroan.

"Yang bertumbuh secara konsisten adalah pendapatan tol, pendapatan usaha lain, serta EBITDA. Hal ini menunjukkan fundamental bisnis Perseroan tetap stabil dan resilien," jelas Rivan.

Dampak positif dari langkah tersebut tercermin pada perbaikan rasio solvabilitas di tahun 2025, yang ditunjukkan dengan peningkatan Interest Coverage Ratio (ICR) menjadi 3,7x. Di sisi lain, rasio Interest Bearing Debt to Total Equity (DER) Jasa Marga terjaga pada level yang sangat sehat, yakni 1,2x. Hal ini mengukuhkan kemampuan Perseroan dalam menjaga rasio covenant di tengah kebutuhan ekspansi bisnis dan pengoperasian ruas tol baru.

Jasa Marga sendiri masih memegang posisi pemimpin pasar di industri jalan tol dengan total panjang jalan tol yang telah beroperasi sepanjang 1.294 kilometer (km) dari total konsesi sepanjang 1.736 km yang dikelola oleh Perseroan. Jumlah ini merepresentasikan 42% dari total jalan tol beroperasi di seluruh Indonesia.

Dari sisi operasional, Jasa Marga mencatatkan pertumbuhan total volume transaksi di jalan tol sebesar 0,35% yoy atau mencapai 1,3 miliar kendaraan pada 2025, dengan lalu lintas harian rata-rata (LHR) mencapai 3,58 juta kendaraan.

Sepanjang tahun 2025, Jasa Marga melanjutkan pembangunan sejumlah ruas jalan tol dalam tahap konstruksi dan pembebasan lahan antara lain Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi, Jalan Tol Yogyakarta-Bawen, Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo, Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Selatan, dan Jalan Tol Akses Patimban.

Menjelang periode arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 mendatang, sebanyak empat dari lima ruas jalan tol dimaksud tengah dipersiapkan oleh Jasa Marga untuk mendukung kelancaran distribusi lalu lintas dengan beroperasi secara fungsional tanpa tarif.

Tidak hanya itu, Jasa Marga juga terus memastikan kesiapan operasional lainnya melalui peningkatan kuantitas dan kualitas pelayanan untuk mengantisipasi peningkatan mobilitas pada periode libur panjang Lebaran 2026.

Sejumlah upaya yang dilakukan Jasa Marga, antara lain menjaga perkerasan jalan dalam kondisi baik, penambahan petugas & kendaraan operasional, peningkatan layanan teknologi melalui Jasa Marga Tollroad Command Center & Mobile Apps Travoy hingga penambahan layanan & fasilitas di Travoy Rest dan rest area jalan tol Jasa Marga Group.

Jasa Marga optimistis kinerja Perseroan pada tahun 2026 akan lebih baik dengan melakukan sejumlah inisiatif strategis, baik dalam menjaga pertumbuhan kinerja maupun dalam mengelola kesehatan finansial.

Komitmen Perseroan dalam meningkatkan pendapatan dan EBITDA terus dilakukan. Di antaranya melalui optimalisasi alokasi anggaran, pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta penyesuaian tarif tol sesuai rencana.

Dengan struktur keuangan yang semakin sehat, beban keuangan yang menurun, serta kinerja operasional yang solid, Jasa Marga optimistis terus mempertahankan posisi pemimpin pasar di industri jalan tol nasional yang mampu menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan pemangku kepentingan.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Membaca Arti Indonesia Incorporated