MARKET DATA

Tanggapi IHSG Imbas Perang AS - Israel dengan Iran, Ini Kata Bos BEI

Romys Binekasri,  CNBC Indonesia
02 March 2026 09:55
Saham "Tanpa Tuan", Ini 10 Emiten RI dengan Free Float Tertinggi
Foto: Infografis/ Saham "Tanpa Tuan", Ini 10 Emiten RI dengan Free Float Tertinggi/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa Efek Indonesia (BEI) buka suara terkait eskalasi geopolitik yang terjadi yang terjadi saat ini. Pjs. Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik meminta agar para investor pasar modal dapat bersikap bijaksana dalam keputusan berinvestasi.

"Sesuaikan strategi investasi dengan toleransi risiko masing masing investor," ujarnya kepada wartawan, Senin (2/3/2026).

Eskalasi geopolitik memang berdampak pad industri keuangan termasuk pasar modal Tanah Air. Namun, BEI mengimbau agar para investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental.

"Menghadapi ketidakpastian yang meningkat akibat eskalasi geopolitik yang terjadi di tingkat global, kami menghimbau investor tetap rasional dan selalu memperhatikan fundamental," jelasnya.

Sebagai informasi, perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran kembali membuat pasar keuangan global waspada, tak terkecuali Indonesia. Sebagai emerging market, pasar saham domestik dihadapkan pada peningkatan risiko arus modal keluar seiring memburuknya sentimen global.

Tekanan umumnya paling cepat terasa pada saham dengan kepemilikan asing tinggi, tingkat utang besar, serta sensitivitas kuat terhadap perubahan likuiditas global.

Dalam situasi risk off, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko dan mengalihkan dana ke instrumen yang dianggap lebih aman, seperti emas, obligasi, dan pasar uang.

Perubahan sentimen tersebut biasanya tercermin dari meningkatnya volatilitas di pasar saham dan pelemahan nilai tukar di negara berkembang.

Ketika investor global mulai menyesuaikan portofolio, saham-saham dengan likuiditas tinggi dan bobot besar dalam indeks menjadi pilihan utama untuk dilepas karena paling efisien dari sisi transaksi.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka terkoreksi dalam dan kehilangan 142,58 poin atau ambruk 1,73% ke level 8.092,90 pada pembukaan perdagangan pagi ini, Senin (2/3/2026).

Sebanyak 556 saham turun, 56 naik, dan 103 tidak bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 708,27 miliar, melibatkan 976,34 juta saham dalam 104.578 kali transaksi.

Satu menit setelah pembukaan IHSG tertekan lebih dalam dan merosot lebih dari 2%.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Breaking! IHSG Tiba-Tiba Anjlok 1,46%


Most Popular
Features