Imbas Serangan Iran, UEA Tutup Pasar Saham 2 Hari

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Senin, 02/03/2026 10:25 WIB
Foto: REUTERS/Ann Wang

Jakarta, CNBC Indonesia - Uni Emirat Arab (UEA) telah memerintahkan penutupan pasar sahamnya pada hari Senin dan Selasa pekan ini. Keputusan ini diambil setelah negara itu terguncang oleh serangan rudal dan drone balasan Iran, sebagai tanda meningkatnya gangguan ekonomi yang melanda Teluk.

Otoritas Pasar Modal UEA mengatakan Bursa Efek Abu Dhabi dan Pasar Keuangan Dubai akan tetap tutup pada tanggal 2 dan 3 Maret, dengan alasan peran pengawasan dan pengaturannya atas pasar modal negara tersebut.

"Otoritas akan terus memantau perkembangan di kawasan ini dan menilai situasi secara berkelanjutan, mengambil tindakan lebih lanjut jika diperlukan," katanya dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Reuters, Senin (2/3/2026).


Kedua bursa UEA tersebut merupakan tempat bagi beberapa perusahaan terdaftar paling berharga di kawasan ini.

Penutupan tersebut membuat aset terdaftar senilai miliaran dolar berada dalam penangguhan. Sebab, investor menunggu kejelasan tentang skala kerusakan akibat serangan hari Sabtu dan Minggu, yang menghantam bandara, pelabuhan, dan daerah pemukiman di seluruh UEA dan wilayah Teluk yang lebih luas.

Tercatat, pasar di kawasan Teluk yang dibuka pada hari Minggu mengalami penurunan tajam. Indeks acuan Arab Saudi turun lebih dari 4% pada pembukaan, Oman turun 3% dan indeks utama Mesir turun 5,44%, sementara Kuwait menangguhkan perdagangan sepenuhnya.

Kapitalisasi pasar bursa saham UEA mencapai US$1,1 triliun, menjadikannya yang terbesar ke-19 di dunia. Bursa saham UEA memiliki bobot 1,4% pada indeks acuan pasar negara berkembang MSCI Inc.

Semua pihak disarankan untuk mengikuti saluran resmi Otoritas Pasar Modal UEA, ADX, dan DFM untuk mendapatkan informasi terbaru tentang dimulainya kembali perdagangan.

Penutupan pasar ini tidak biasa di negara tersebut. Di luar hari libur yang dijadwalkan secara teratur, bursa saham UEA biasanya hanya ditutup selama masa berkabung nasional, seperti yang terjadi setelah kematian Presiden Sheikh Khalifa bin Zayed Al Nahyan pada Mei 2022.

Namun demikian, bukan hal yang aneh bagi negara-negara untuk menutup pasar saham mereka selama masa ketidakpastian dan kekacauan. Di antara contoh-contoh baru-baru ini, Turki menangguhkan perdagangan selama seminggu setelah gempa bumi pada tahun 2023 dan pasar melonjak setelah dibuka kembali. Rusia menghentikan pasar sahamnya selama sekitar satu bulan pada tahun 2022 setelah invasi ke Ukraina. Di Yunani, Bursa Saham Athena ditutup pada tahun 2015 selama lima minggu selama krisis utang negara dan anjlok ketika perdagangan dilanjutkan.

Di tempat lain di Teluk, Otoritas Pasar Modal Kuwait mengatakan bursa saham negara itu akan melanjutkan perdagangan pada 2 Maret setelah menghentikan operasinya pada hari Minggu.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK: Masalah Pasar Modal RI Kemarin Tidak Terjadi Tiba-Tiba