MARKET DATA

Catat Realisasi Tertinggi, BRI Telah Salurkan 50% KUR Perumahan

Teti Purwanti,  CNBC Indonesia
28 February 2026 19:33
Dok BRI
Foto: Dok BRI

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyalurkan merealisasikan 50% KUR Perumahan senilai Rp 3,42 triliun, pada periode 1 Januari-26 Februari 2026. Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan animo dari stakeholder perumahan cukup tinggi sehingga dalam dua bulan sudah bisa merealisasikan 50%.

"Karena sudah habis setengahnya, maka mungkin bisa minta tambah lagi," ungkap Hery kepada media, dikutip Sabtu (28/2/2026).

Menurut Hery, KUR Perumahan ini adalah upaya BRI untuk turut dalam membangun ekosistem perumahan. Oleh karena itu, menurut Hery, KUR Perumahan ini juga diberikan bukan cuma pengembang, namun ada kontraktor hingga toko bahan bangunan, asal memenuhi syarat yang ditentukan.

Di sisi lain, BRI juga akan masuk ke dalam program Gentengisasi, Hery menjelaskan bahwa peran BRI berada di tengah antara pengrajin genteng dan pengembang atau developer yang membutuhkan pasokan genteng cukup besar untuk membangun rumah yang juga tidak sedikit setiap tahunnya.

"Jadi nanti kalau sudah ada kontrak antara pengrajin dan pembeli atau usernya, ya, BRI ada di tengah. Kebetulan kita, kan, sudah ada pembiayaan KUR Perumahan. Bahan bangunan ini, kan, bagian dari KUR Perumahan juga. Kalau batch pertama di Jawa Barat ini nanti bagus, ya, tentunya bisa mengembang ke daerah lain juga, sentral-sentral genteng di Indonesia," katanya.

Hery mengatakan BRI berharap bisa ikut mendukung rencana program gentengisasi sesuai arahan Presiden Prabowo dan membuat makin banyak rumah bisa menggunakan genteng. Apalagi upaya ini juga sejalan dengan DNA BRI yang berpihak pada rakyat kecil.

"Dalam program ini kami mendukung dengan pembiayaan," pungkas Hery.

Asal tahu saja, dukungan perbankan nasional terhadap Kredit Program Perumahan (KPP) atau KUR Perumahan terus menunjukkan tren positif. Hingga periode 1 Januari sampai 26 Februari 2026, Bank Rakyat Indonesia (BRI) tercatat sebagai bank dengan realisasi penyaluran KPP terbesar secara nasional.

Dari total penyaluran KPP sebesar Rp 6,10 triliun, BRI merealisasikan pembiayaan Rp 3,42 triliun kepada 25.909 debitur, atau lebih dari separuh total debitur nasional.

Capaian tersebut menunjukkan kontribusi signifikan BRI dalam memperluas akses pembiayaan perumahan bagi masyarakat. Program KPP atau KUR Perumahan ini diperuntukkan bagi UMKM pengembang, kontraktor, dan pedagang bahan bangunan dengan subsidi bunga sebesar 5 persen, plafon pembiayaan hingga Rp 5 miliar dan dapat direvolving sampai dengan Rp 20 miliar.

Selain itu, program ini juga menyasar UMKM dari berbagai jenis usaha untuk membeli, membangun, maupun merenovasi rumah yang digunakan untuk mendukung kegiatan usaha, dengan suku bunga 6 persen dan plafon pembiayaan hingga Rp 500 juta.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait atau Ara mengapresiasi apa yang dilakukan oleh BRI. Bahkan menurut Ara, hal ini sudah dilaporkan kepada Presiden Prabowo.

"Kami memberikan apresiasi tinggi kepada BRI yang telah menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Kredit Program Perumahan. Realisasi yang sangat signifikan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara pemerintah dan perbankan berjalan efektif," pungkas Ara.

(rah/rah) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Airlangga Ajak Bank Permata Ikut Salurkan KUR Perumahan


Most Popular
Features