MARKET DATA

5 CEO Bergaji Paling Besar di Dunia, Elon Musk Lewat

Mentari Puspadini,  CNBC Indonesia
27 February 2026 14:45
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi (kiri), CEO Apple Tim Cook (tengah) dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) keluar dari gedung Istana, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi (kiri), CEO Apple Tim Cook (tengah) dan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita (kanan) keluar dari gedung Istana, Jakarta, Rabu (17/4/2024). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama-nama seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Warren Buffett kerap dianggap sebagai CEO dengan bayaran tertinggi di dunia. Namun berdasarkan daftar Equilar 100 tahun 2024 yang memeringkat paket kompensasi terbesar di perusahaan tercatat di AS, ketiganya bahkan tidak masuk 20 besar.

Studi tahunan Equilar mencatat median gaji CEO pada 2024 melonjak 9,5%, melampaui inflasi dan kenaikan rata-rata gaji pekerja, dengan rasio gaji CEO terhadap karyawan mencapai 300 banding 1. Dari 100 besar hanya enam perempuan dan tidak ada yang masuk 20 besar, serta hanya tiga miliarder yang tercatat di jajaran 20 CEO dengan bayaran tertinggi.

Melansir Yahoo Finance, di posisi kelima terdapat CEO Apple, Tim Cook, dengan total kompensasi US$74.609.802 atau sekitar 1.26 triliun. Ia menerima gaji pokok US$3 juta dan bonus US$12 juta, sementara mayoritas paketnya berasal dari saham senilai US$58 juta, sehingga kekayaannya kini ditaksir mencapai US$2,4 miliar.

Peringkat keempat ditempati CEO Microsoft, Satya Nadella, dengan total bayaran US$79.106.183 atau sekitar Rp1.34 triliun. Lonjakan harga saham Microsoft yang sempat menembus kapitalisasi pasar US$3 triliun membuat Nadella mengantongi lebih dari US$71 juta dalam bentuk saham, dengan estimasi kekayaan sekitar US$500 juta.

Di posisi ketiga ada CEO GE Aerospace, Larry Culp, yang meraih kompensasi US$87.393.876 atau Rp1.48 triliun Nilai ini lebih dari enam kali lipat pendapatannya pada 2023 dan setara 1.279 kali gaji rata-rata karyawan perusahaan, sebagian besar berasal dari bonus retensi saham satu kali dan penghargaan saham lainnya.

Posisi kedua dihuni CEO Starbucks, Brian Niccol, dengan total paket US$95.801.676 atau Rp1,62 triliun. Meski gaji pokoknya hanya US$61.538, ia menerima bonus US$5 juta serta lebih dari US$90 juta dalam opsi saham saat bergabung dari Chipotle, menjadikan total kompensasinya setara 6.666 kali gaji rata-rata karyawan Starbucks.

Sementara itu, posisi puncak ditempati CEO Coherent, Jim Anderson, dengan total kompensasi US$101.497.009 atau Rp1.72 triliun. Saat baru bergabung pada Juni lalu, ia menerima lebih dari US$100 juta dalam bentuk saham selain gaji pokok dan bonus tanda tangan, menjadikannya bos dengan bayaran tertinggi di Amerika Serikat pada 2024.

 

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ini Respons Tak Terduga Elon Musk Soal Banjir Bandang Sumatra


Most Popular
Features