MARKET DATA

IHSG Terseok, Asing Terciduk Serok Saham Ini

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
27 February 2026 07:00
Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021).  Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Foto: Karyawan melintas di dekat layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (6/10/2021). Indeks Harga Saham Gabungan berhasil mempertahankan reli dan ditutup terapresiasi 2,06% di level 6.417 pada perdagangan Rabu (06/10/2021). (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing membukukan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp 341,3 miliar pada perdagangan Kamis (26/2/2026). Total beli asing tercatat Rp 8,46 triliun dan total jual Rp 8,12 triliun, dengan nilai transaksi keseluruhan mencapai Rp 16,58 triliun.

Secara sektoral, aliran dana asing terlihat dominan mengarah ke saham berbasis komoditas dan hilirisasi mineral. Emiten nikel dan pertambangan menjadi magnet utama.

Di luar komoditas, asing turut mengoleksi saham perbankan berkapitalisasi besar sebagai proxy pertumbuhan ekonomi domestik. Beberapa saham infrastruktur dan industri juga tercatat mengalami akumulasi.

Trimegah Bangun Persada (NCKL) menjadi saham dengan net buy asing terbesar, yakni Rp 648,2 miliar. Kemudian diikuti oleh Impack Pratama Industri (IMPC) Rp 274,4 miliar dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 172,3 miliar. 

Selengkapnya, berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar pada perdagangan kemarin:

  1. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) - Rp 648,2 miliar
  2. PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) - Rp 274,4 miliar
  3. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) - Rp 172,3 miliar
  4. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) - Rp 171 miliar
  5. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) - Rp 166,2 miliar
  6. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp 128,4 miliar
  7. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp 117,7 miliar
  8. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp 73 miliar
  9. PT Astra International Tbk (ASII) - Rp 60,4 miliar
  10. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Rp 56,7 miliar

Sementara itu Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan di zona merah. Kendati demikian IHSG berhasil memangkas koreksi sebelum menutup perdagangan.

IHSG ditutup turun 86,97 poin atau -1,05% ke level 8.235,26. Sekitar 1,5 jam sebelum penutupan, IHSG sempat anjlok hingga 2%.

Sebanyak 594 turun, 157 naik, 207 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 27,85 triliun, melibatkan 54,04 miliar saham dalam 3,09 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar terkoreksi menjadi Rp 14.744 triliun.

Bukit Ulluwatu Villa (BUVA) tercatat menjadi pemberat utama dengan bobot -5,11 indeks poin. Lalu VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) dan IMPC, masing-masing membebani IHSG -5,08 indeks poin dan -5,02 indeks poin.

(mkh/mkh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Koreksi, Asing Diam-Diam Koleksi Saham Ini


Most Popular
Features