Dolar AS Tertekan, Rupiah Lanjut Menguat ke Level Rp16.750
Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah berhasil melanjutkan penguatannya dengan ditutup menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (26/2/2026).
Melansir data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di level Rp16.750/US$ atau terapresiasi 0,18%. Penguatan ini sekaligus melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya, ketika rupiah menguat 0,21% dan ditutup di posisi Rp16.780/US$.
Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah konsisten berada di zona hijau. Rupiah dibuka di level Rp16.720/US$ yang sekaligus menjadi level terkuat rupiah sepanjang sesi, sebelum penguatannya sedikit menipis hingga di level penutupan.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau masih berada di zona pelemahan dengan koreksi 0,08% ke level 97,626.
Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi dinamika dolar AS di pasar global. Pelemahan dolar tercermin dari turunnya DXY, yang mengindikasikan pelaku pasar melakukan aksi jual pada aset berdenominasi greenback. Kondisi ini pada gilirannya membuka ruang penguatan bagi mata uang lain, termasuk rupiah.
Sentimen global juga masih diwarnai ketidakpastian kebijakan tarif AS setelah Presiden Donald Trump kembali menegaskan komitmennya untuk menerapkan tarif dalam pidato State of the Union. Sikap tersebut membuat arah kebijakan dagang AS tetap sulit diprediksi dan menjaga volatilitas di pasar mata uang.
Dari sisi kebijakan moneter, komentar Presiden bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed) negara bagian St. Louis, Alberto Musalem dinilai cenderung netral. Ia menyebut suku bunga acuan saat ini berada di sekitar level netral dan cukup tepat untuk menyeimbangkan risiko terhadap pasar tenaga kerja dan inflasi.
Pelaku pasar juga masih menempatkan peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed (FOMC) pada 17-18 Maret mendatang relatif kecil, sekitar 2%.
Pelemahnya dolar pada akhirnya menjadi sentimen positif bagi pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, sehingga rupiah mampu bertahan di zona penguatan hingga penutupan perdagangan hari ini.
(evw/evw) Add
source on Google