Bos BPKH Ungkap Ada Banyak Investor Luar Negeri Ingin Caplok Muamalat

Zefanya Aprilia, CNBC Indonesia
Rabu, 25/02/2026 14:20 WIB
Foto: Kepala Badan Pelaksana Badan Pengelolaan Keuangan Haji, Fadlul Imansyah saat menyampaikan pemaparan dalam Sarasehan 99 Ekonom Syariah: Sharia Investment Forum 2026 di Jakarta, Selasa (24/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mengaku ada banyak sekali investor yang memberikan letter of intent (LOI) untuk mengakuisisi kepemilikan sahamnya di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. (BMI). Kepala BPKH, Fadlul Imansyah mengatakan LOI tersebut banyak yang berasal dari luar dan dalam negeri.

"Memang sejauh ini banyak sekali investor yang sudah memberikan letter of intent kepada Bank Muamalat atas kepemilikan kita. Cuma semuanya masih berproses dan tentu saja dengan dukungan dari OJK (Otoritas Jasa Keuangan), kami berharap agar investor strategis yang akan menjadi partner kita adalah investor yang terbaik untuk Bank Muamalat," ucap Fadlul di sela-sela Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 bertema "Pengarustamaan Ekonomi Syariah Sebagai Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional" di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Ia enggan membeberkan lebih lanjut siapa saja pihak yang berminat masuk ke bank syariah tertua RI itu. Fadlul memastikan bahwa proses pencarian investor itu dikawal langsung oleh OJK.


Diharapkan, investor baru dapat segera masuk ke Bank Muamalat. Fadlul tidak memberikan target secara spesifik, tetapi berharap bisa secepatnya bahkan tahun ini bila memungkinkan.

"Targetnya tentu saja secepatnya. Karena kita berpacu dengan waktu untuk bisa bersaing dan berkompetisi di industri perbankan syariah Indonesia," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Fadlul melaporkan bahwa imbal hasil investasi dana haji di BMI sudah kembali ke nilai pokok, dengan total pengembalian hampir Rp1 triliun hingga akhir tahun lalu. Ia mengatakan kepemilikan ekuitas BPKH di Muamalat mencapai sekitar Rp1 triliun. Lantas, posisi investasi BPKH di bank syariah tertua Indonesia itu masih terkendali.

"Sejauh ini sesuai dengan apa yang kami dapatkan informasi dari direksinya Muamalat juga, memang investasi yang total nilai secara rupiah yang sudah kita investasikan itu sudah kembali ke nilai pokok kami. Jadi insya Allah sampai saat ini masih aman. Kalau total equity yang kita miliki kan Rp1 triliun," tutur Fadlul.

Ia mengatakan total pengembalian sejak masuk sebagai pemegang saham pengendali (PSP) BMI sudah hampir mencapai Rp1 triliun. Sebagai informasi, Bank Muamalat berada di bawah kendali BPKH sejak 15 November 2021.

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menyebutkan, Bank Muamalat saat ini sedang melakukan langkah-langkah untuk memperkuat proses listing, termasuk penjajakan investor baru.

"Sekarang banyak investor yang sedang melirik, itu yang berminat. kita sedang lihat juga bagaimana prospeknya ke depan di samping yang ada sekarang," papar Dian saat ditemui di Wisma Danantara, belum lama ini.

Menurutnya, Bank Muamalat memiliki posisi strategis sebagai bank syariah tertua di Indonesia yang basis kepemilikannya di dukung oleh masyarakat muslim yang memiliki loyalitas tinggi. Hal itu disebutnya menjadi modal utama bagi pengembangan bisnis bank itu ke depan.


(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: IHSG & Rupiah Melemah - Kredit Nganggur Tembus Rp2.509 Triliun