Bos BI Ungkap Sejarah QRIS Lahir di Indonesia
Jakarta, CNBC Indonesia - Layanan pembayaran tanpa uang tunai, dan hanya memanfaatkan quick respons code atau QR telah marak digunakan masyarakat Indonesia. Layanan itu dikenal dengan QRIS atau Quick Respons Code Indonesian Standard.
Bank Indonesia (BI) mencatat, transaksi QRIS sudah menembus level 10 miliar per bulan dengan nilai transaksi mencapai kisaran Rp 1,9 kuadriliun. Tak heran, ini karena layanan QRIS sudah merambah hingga ke manca negara melalui layanan QRIS cross border, hingga nirsentuh melalui QRIS tap.
Jauh sebelum pesatnya perkembangan QRIS saat ini, Gubernur BI Perry Warjiiyo mengatakan, QRIS dibangun dengan satu visi sistem pembayaran yang bisa memudahkan masyarakat Indonesia, di manapun ia berada.
"Kita sepakat dengan visi satu nusa satu bahasa QRIS. Itulah visi mimpi pada waktu itu. Dan sekarang berapa QRIS digunakan? 60 juta pengguna QRIS," kata Perry dalam acara peluncuran program Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI), Jakarta, dikutip Rabu (25/2/2026).
"Dan QRIS sudah digunakan di mana saja? Malaysia, Thailand, Singapura, Jepang, sebentar lagi sudah live di China, juga Korea Selatan, dan kita sedang sambungkan QRIS dengan di Saudi Arabia dengan India," tegasnya.
Perkembangan QRIS itu kata Perry diawali dengan komitmen BI untuk merealisasikan visi sistem pembayaran digital yang bisa dimanfaatkan seluruh anak bangsa. Maka, pada 17 Agustus 2019, QRIS resmi diluncurkan untuk masyarakat Indonesia.
"That's from dream to vision, to action, to reality. Itulah mimpi yang jadi visi, aksi, dengan sinergi, dan kolaborasi. Akhirnya membuat reality," ungkap Perry.
(arj/haa) Add
source on Google