Rupiah Dibuka Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik Jadi Rp16.820
Jakarta, CNBC Indonesia - Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan pagi ini, Rabu (25/2/2026), di tengah pergerakan dolar global yang masih fluktuatif.
Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan dengan depresiasi tipis 0,03% ke level Rp16.820/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Selasa (24/2/2026), rupiah turut ditutup di zona merah dengan pelemahan 0,18% ke posisi Rp16.815/US$.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,02% ke level 97,827. Namun, pada penutupan perdagangan kemarin DXY masih menguat 0,14%.
Pergerakan rupiah hari ini masih mengikuti dinamika dolar AS di pasar global. Dalam sepekan terakhir, DXY bergerak cukup volatil, sempat tertekan di awal pekan namun kemudian berangsur pulih.
Setiap penguatan dolar biasanya menjadi tantangan bagi mata uang negara berkembang karena investor cenderung kembali melirik aset berdenominasi greenback.
Sentimen pasar global juga masih dipengaruhi arah kebijakan tarif AS. Setelah Mahkamah Agung AS membatalkan pungutan tarif yang diberlakukan lewat aturan darurat, pemerintah AS mulai menerapkan tarif baru sebesar 10% untuk barang-barang tertentu di luar pengecualian, dan membuka ruang kenaikan tarif menjadi 15% sesuai rencana Trump.
Kebijakan ini mengacu pada Section 122, yang mengizinkan tarif hingga 15% namun mensyaratkan persetujuan Kongres jika ingin diperpanjang setelah 150 hari. Trump juga menyatakan periode 150 hari tersebut akan dimanfaatkan untuk menyiapkan skema tarif lain yang "secara hukum diperbolehkan."
Di tengah ketidakpastian tersebut, pelaku pasar masih menanti respons negara mitra dagang serta sinyal lanjutan dari Gedung Putih terkait arah kebijakan tarif berikutnya. Perkembangan ini berpotensi menjaga volatilitas di pasar valuta asing, termasuk pergerakan rupiah, sepanjang perdagangan hari ini.
(evw/evw) Add
source on Google