MARKET DATA

Danantara Minta PGN Fokus di 2 Bisnis Ini, Begini Tanggapan Analis

ayh,  CNBC Indonesia
25 February 2026 11:45
PT Nusantara Regas, unit bisnis PT PGN, hampir menuntaskan revitalisasi fasiitas regasifikasi darat atau Onshore Regasification Facility (ORF) Muara Karang. Doc PGN
Foto: PT Nusantara Regas, unit bisnis PT PGN, hampir menuntaskan revitalisasi fasiitas regasifikasi darat atau Onshore Regasification Facility (ORF) Muara Karang. Doc PGN

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) atau Danantara meminta PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) alias PGN untuk fokus ke bisnis Midstream dan Downstream.

Hal ini didasari oleh kekuatan utama PGN saat ini yang terletak pada penguasaan infrastruktur midstream (pipa transmisi, FSRU, terminal regasifikasi) dan kapabilitas downstream (jaringan gas kota dan industri).

Dengan fokus pada segmen ini, PGN dinilai mampu memitigasi risiko volatilitas sektor hulu. Pengembangan infrastruktur gas bumi yang terus dilakukan PGN juga menjadikan perannya semakin strategis dalam menjamin ketersediaan energi sebagai sumber utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Analis RHB Sekuritas, Arandi Pradana, dalam riset terbarunya menyatakan, sebagai Subholding Gas Pertamina, PGN pada tahun 2025 berhasil menjaga stabilitas volume niaga dan transmisi, meskipun menghadapi tantangan penurunan alami (natural decline) dari sumur-sumur gas pipa konvensional.

"Kami memproyeksikan volume distribusi gas PGN akan tumbuh sekitar 3% secara tahunan (Year on Year/YoY) menjadi 875 BBTUD pada 2026. Pertumbuhan ini didorong oleh permintaan industri yang stabil serta penambahan pelanggan baru di Jawa Timur dan Jawa Tengah," ungkap Arandi, seperti dikutip dari risetnya, Rabu (25/2/2026).

Strategi PGN dalam mengamankan kargo LNG sebagai substitusi atas penurunan pasokan gas pipa, khususnya dari Blok Corridor, menurutnya merupakan langkah taktis. Dalam catatannya, PGN menargetkan penyaluran sekitar 22 kargo LNG pada tahun 2026, yang akan menyumbang sekitar 20% dari total volume distribusi.

"Yang menarik adalah tingkat kepastian pasokannya. Dari target 22 kargo tersebut, sebanyak 14 kargo atau mayoritasnya sudah berhasil diamankan (secured) kontraknya sejak awal. Ini memberikan visibilitas yang jelas terhadap kemampuan PGN memenuhi kebutuhan pelanggan," tegasnya.

Selain distribusi, Arandi juga optimistis terhadap segmen transmisi gas PGN yang diproyeksikan tumbuh 4% YoY mencapai 1,6 bscfpd, didukung oleh peningkatan volume trading dan pengaliran gas yang lebih terintegrasi antar-wilayah.

RHB Sekuritas menyematkan rekomendasi NETRAL terhadap saham PGAS dengan target harga di level Rp 2.100, mencerminkan valuasi yang wajar dengan potensi yield dividen sekitar 6%.

Senada, Analis Ajaib Sekuritas, Rizal Rafly, menilai bahwa PGN berhasil membuktikan relevansinya sebagai tulang punggung transisi energi nasional. Dalam riset bertajuk "Staying Relevant", Rizal mencatatkan posisi PGN sebagai operator dominan transmisi dan distribusi gas di Indonesia memberikan keunggulan kompetitif yang sulit digoyahkan.

"Gas bumi tetap menjadi bahan bakar transisi yang kritikal di tengah percepatan energi terbarukan. Dengan pasokan domestik yang mengetat, peran LNG menjadi semakin vital, diperkirakan naik menjadi 18-20% dari bauran pasokan PGN pada 2026," jelas Rizal.

Dia menilai PGN memiliki ketahanan margin yang cukup baik melalui mekanisme pencampuran gas (blending) antara gas pipa dan LNG. Hal ini memungkinkan PGN menjaga harga jual rata-rata (ASP) yang kompetitif bagi industri sekaligus mempertahankan profitabilitas perusahaan.

"Kinerja laba PGN bersifat defensif. Meskipun ada tantangan biaya dari porsi LNG yang lebih besar, volume transmisi dan trading yang tumbuh sebesar 4% akan menjadi penyeimbang. Kami melihat adanya upside valuasi yang didukung oleh peningkatan keamanan pasokan dan arus kas yang stabil," ungkap Rizal.

Ajaib Sekuritas memberikan rekomendasi BUY (Beli) untuk saham PGAS dengan target harga yang lebih optimis di level Rp 2.500. Target ini didasarkan pada keyakinan bahwa PGN mampu mengelola transisi pasokan ini tanpa mengorbankan margin secara signifikan.

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Masuk Indeks 52, PGN Komitmen Dongkrak Kinerja 2025


Most Popular
Features