Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Balik Naik Jadi Rp16.815
Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Selasa (24/2/2026). Ditengah penguatan dolar di pasar global.
Melansir data Refinitiv, rupiah menutup perdagangan di level Rp16.815/US$ atau terdepresiasi 0,18%. Pelemahan ini sekaligus mematahkan tren penguatan rupiah yang terjadi dalam tiga hari perdagangan sebelumnya.
Sejak pembukaan perdagangan, rupiah sudah berada di zona merah dengan koreksi 0,12% di level Rp16.805/US$. Tekanan kemudian berlanjut hingga rupiah sempat menyentuh Rp16.837/US$, sebelum pelemahan sedikit terpangkas di akhir perdagangan.
Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 15.00 WIB terpantau menguat 0,24% ke level 97,940.
Pelemahan rupiah hari ini terjadi seiring menguatnya dolar AS di pasar global. Penguatan dolar menandai perubahan arah setelah sebelumnya tertekan pasca putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif resiprokal.
Namun, dinamika kebijakan dagang AS kembali bergerak cepat setelah Trump mengumumkan tarif baru 10% yang kemudian dinaikkan menjadi 15%, sehingga ketidakpastian kembali meningkat dan mendorong minat pelaku pasar pada aset berdenominasi dolar.
Kondisi ini tercermin dari menguatnya DXY, yang mengindikasikan pelaku pasar kembali meningkatkan kepemilikan aset dolar. Pergerakan tersebut pada gilirannya menambah tekanan pada mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor tarif, pelaku pasar juga terus mencermati arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Sejumlah pejabat The Fed masih menekankan kewaspadaan terhadap inflasi, sehingga pasar menilai suku bunga berpeluang bertahan setidaknya hingga pertengahan tahun, sambil menunggu sinyal dari rilis data tenaga kerja dan inflasi berikutnya.
Oleh karena ketidakpastian kebijakan perdagangan dan prospek suku bunga AS yang masih relatif ketat membuat mata uang emerging markets, termasuk rupiah, lebih sensitif terhadap perubahan sentimen global pada perdagangan hari ini.
(evw/evw) Add
source on Google