MARKET DATA

Breaking: Rupiah Melemah, Dolar AS Naik Jadi Rp16.805

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia
24 February 2026 09:06
Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Petugas menjunjukkan uang pecahan dolar AS dan rupiah di Dolarindo Money Changer, Jakarta, Selasa (8/4/2025). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — Nilai tukar rupiah dibuka melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada pembukaan perdagangan pagi ini, Selasa (24/2/2026).

Merujuk data Refinitiv, rupiah membuka perdagangan di zona merah dengan depresiasi 0,12% ke posisi Rp16.805/US$. Pelemahan ini terjadi setelah pada perdagangan sebelumnya, Senin (23/2/2026), rupiah menguat tajam 0,44% dan ditutup di level Rp16.785/US$.

Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat 0,09% ke level 97,796. Sebelumnya, DXY menutup perdagangan Senin kemarin dengan koreksi 0,09% di posisi 97,706.

Pergerakan rupiah hari ini diperkirakan masih dipengaruhi sentimen eksternal, terutama perkembangan kebijakan tarif Amerika Serikat yang kembali memicu ketidakpastian perdagangan global.

Pasar mencermati dinamika terbaru setelah putusan Mahkamah Agung AS yang membatalkan sebagian besar tarif darurat, namun di saat bersamaan muncul ancaman kebijakan tarif lanjutan yang membuat pelaku pasar kembali berhati-hati.

Ketidakpastian ini menjaga permintaan terhadap dolar AS, meski pergerakannya cenderung fluktuatif.

Selain faktor tarif, pelaku pasar juga menimbang arah kebijakan moneter bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Sejumlah pejabat bank sentral AS masih menekankan kewaspadaan terhadap inflasi, sehingga pasar menilai suku bunga The Fed berpeluang bertahan setidaknya hingga pertengahan tahun, sambil menunggu sinyal dari rilis data tenaga kerja dan inflasi berikutnya.

Ditengah ketidakpastian kebijakan perdagangan dan prospek suku bunga yang masih ketat itulah yang membuat pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, cenderung lebih sensitif pada perubahan sentimen global hari ini.

(evw/evw) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Rupiah Loyo Awal Tahun, Dolar AS Tembus Rp16.715/US$


Most Popular
Features