Ada Transaksi Rp 1,8 Triliun di Saham Konglomerat, Pelakunya Terungkap
Jakarta, CNBC Indonesia — Pada perdagangan kemarin, Senin (23/2/2026), ada transaksi jumbo di Emiten pengelola Mayapada Hospital, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ).
Tidak tanggung-tanggung, pasar negosiasi mencatat nilai transaksi Rp 1,83 triliun. Sebanyak 134,3 juta saham berpindah tangan dengan harga 13.600.
Samuel Sekuritas menjadi broker yang memfasilitasi transaksi crossing tersebut.
Mengutip data kepemlikan saham dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), sekuritas berkode IF tidak tercatat sebagai pemilik saham SRAJ dengan besaran lebih dari 5%.
Adapun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan mengenai tujuan transaksi jumbo tersebut.
SRAJ pada perdagangan kemarin tidak bergerak di level 16.000. Namun sebagai informasi, dalam satu tahun terakhir saham SRAJ sudah naik 570,89%. Pada Februari tahun lalu, saham SRAJ masih bertengger di level 2.370.
Sementara itu, penerima manfaat terakhir saham SRAJ adalah Jonathan Tahir, anak dari konglomerat Dato Sri Tahir, hasil pernikahan dengan Rosy yang merupakan anak dari konglomerat grup Lippo, Mochtar Riady.
Jonathan tercatat mengendalikan SRAJ melalui PT Surya Cipta Inti Cemerlang dengan kepemilikan 50,27%.
Selain itu Jane Dewi Tahir dan Tahir, masing-masing memegang saham SRAJ 0,41% dan 0,02% secara langsung.
Sebagai informasi Tahir dan keluarga merupakan orang terkaya ke-5, berdasarkan data Forbes. Mereka memiliki harta kekayaan US$ 10,5 miliar atau Rp 176,75 triliun (kurs 16.830).
Tahir diketahui membangun kerajaan bisnis melalui grup Mayapada, konglomerasi yang menaungi sektor perbankan, kesehatan, media, hingga properti.
Kekayaan keluarga Tahir tumbuh signifikan setelah merosot tajam saat masa pandemi Covid-19. Pada 2022, Forbes mencatat harta Tahir turun dari US$ 4,5 miliar pada 2019 menjadi US$ 2,6 miliar.
(mkh/mkh) Add
source on Google