MARKET DATA

IHSG Lompat 1,5% Dekati Level 8.400 Ditopang Kinerja Saham Bank

Redaksi,  CNBC Indonesia
23 February 2026 16:29
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melompat kencang pada perdagangan hari ini, Senin (23/2/2026). IHSG melesat 1,50% atau naik 124,31 poin ke level 8.396,08 pada penutupan perdagangan sesi kedua.

Ini merupakan catatan tertinggi IHSG sejak kejatuhan usai kabar MSCI mengguncang pasar modal domestik.

Sebanyak 468 saham naik, 206 turun, dan 142 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 24,15 triliun, melibatkan 49,54 miliar saham dalam 3,04 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun kembali menyentuh Rp 15.000 triliun.

Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona hijau hari ini dengan sejumlah saham bank menjadi penopang utama.

Bank Mandiri (BMRI) menguat 2,93% ke Rp 5.275 per saham dan menjadi pendorong utama kinerja IHSG hari ini dengan kontribusi penguatan 11,65 indeks poin. Selanjutnya diikuti oleh saham Bank Rakyat Indonesia (BBRI) yang naik 1,56% ke Rp 3.900 per saham dengan sumbangsih sebesar 9.43 indeks poin. Selanjutnya ada saham Bank Mega (MEGA) yang lompat 25% atau menyentuh batas auto reject atas (ARA) ke level 4.130 dengan sumbangsih 9,09 poin.

Secara teknikal, pergerakan IHSG saat ini sedang di persimpangan alias tertahan resistance MA20 daily, jika tidak mampu ke atas 8.400, ada potensi bergerak konsolidasi dengan support yang diantisipasi di level 7.800.

Namun, jika penguatan terjadi pada hari ini menembus resistance itu, ada potensi IHSG menutup gap dulu ke resistance selanjutnya di level 8.700.

Penguatan IHSG kemungkinan besar bisa terjadi berkat beberapa sentimen positif yang mulai mewarnai pasar.

Kabar pertama datang dari negeri Paman Sam terkait kebijakan tarif era Donald Trump. Mahkamah Agung AS pekan lalu memutuskan bahwa kebijakan tarif tersebut dinyatakan tidak sah.

Meski ke depan tetap terbuka kemungkinan adanya tarif atau kebijakan dagang baru antara AS dan negara-negara mitra, keputusan ini memberi satu kepastian penting: tekanan tarif besar-besaran seperti sebelumnya sudah mereda.

Kabar kedua, datang dari update reformasi bursa RI sudah kian menunjukkan progress baik.

Pejabat Sementara Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Jeffrey Hendrik, menegaskan bahwa BEI siap memenuhi seluruh rekomendasi dari global index provider sebagai bagian dari upaya pembenahan pasar modal Indonesia.

"Kita siap untuk memastikan bahwa kita sudah dapat memenuhi seluruh ekspektasi dari global indeks provider. Sudah sesuai (permintaan MSCI), kita akan mendeliver apa yang ada di proposal kita sesuai dengan jadwal," ujarnya dalam Konferensi Pers di Gedung BEI, Jumat (20/2/2026).

(fsd/fsd) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article IHSG Tergelincir Balik ke Level 8.000 Usai Cetak Rekor ATH


Most Popular
Features