OJK dan MSCI Sudah Tiga Kali Bertemu, Ini Hasil Lengkapnya

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 23/02/2026 07:35 WIB
Foto: Pejabat pengganti Ketua dan Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi (tengah) saat konferensi pers di BEI, Jakarta, Senin (2/2/2026). (CNBC Indonesia/Romys Binekasari)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) tercatat telah tiga kali bertemu dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International pada 2 Februari, 11 Februari, dan 20 Februari 2026.

Rangkaian pertemuan ini berfokus pada penguatan transparansi, perbaikan struktur pasar, serta peningkatan kualitas data kepemilikan saham guna menjawab sejumlah kekhawatiran MSCI.

Sebagaimana diketahui, MSCI membekukan penambahan saham baru, kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), maupun migrasi naik antar segmen ukuran indeks.


Hal itu sempat membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kebakaran pada akhir Januari 2026. IHSG sempat mengalami dua kali trading halt dan merosot 13,01% dalam dua pekan perdagangan. 

Pertemuan 2 Februari 2026: Sinkronisasi Metodologi & Proposal Solusi

Dalam konferensi pers di Gedung BEI, Senin (2/2/2026), Anggota Dewan Komisioner OJK Hasan Fawzi menyampaikan diskusi awal berjalan konstruktif.

"Diskusi pertemuan (dengan MSCI) sangat baik, kami mencanangkan akan melakukan pembahasan di level teknis, pihak MSCI menyediakan dan memberi guidance tentang metodologi dan perhitungan yang akan dilakukan," ujar Hasan.

Hasan menegaskan isu yang menjadi perhatian MSCI selaras dengan delapan program aksi OJK, termasuk transparansi, pengungkapan beneficial owner, likuiditas, dan free float.

Dalam pertemuan tersebut, OJK, BEI, dan KSEI telah mengajukan proposal solusi atas dua isu utama MSCI, dengan rincian:

  1. Penurunan ambang batas disclosure kepemilikan saham dari di atas 5% menjadi di atas 1%.
  2. Penyajian data investor lebih granular, dari 9 tipe dan 27 sub-tipe, termasuk pengungkapan beneficial owner.
  3. Rencana kenaikan free float minimum dari 7,5% menjadi 15% secara bertahap.

"Mudah-mudahan progress baik hingga evaluasi akhir," tambah Hasan.

Pertemuan 11 Februari 2026: Pendalaman Teknis & Shareholder Concentration List

Pada pertemuan lanjutan 11 Februari 2026, BEI memaparkan detail teknis tiga rencana aksi tersebut. Pjs Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menjelaskan pembahasan meliputi disclosure pemegang saham di atas 1%, data investor yang lebih granular, serta progres implementasi Peraturan I-A terkait free float 15%.

BEI juga mengumumkan rencana penerbitan shareholders concentration list, yakni daftar saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi.

"Kami juga akan menerbitkan shareholders concentration list atau daftar saham yang terindikasi memiliki pemegang saham yang terkonsentrasi, yang juga sudah diterapkan di Hongkong. Tentunya dengan implementasi ini akan lebih meningkatkan transparansi dan integritas pasar kita ke depannya," ujar Jeffrey, Kamis (12/2/2026).

BEI menargetkan publikasi data pemegang saham di atas 1% pada akhir Februari atau awal Maret 2026, sementara data investor granular direncanakan rilis akhir Maret 2026.

Pertemuan 20 Februari 2026: OJK Terbitkan Surat Keputusan

Pertemuan ketiga pada 20 Februari 2026 ditindaklanjuti dengan langkah regulatif konkret. Kepala Eksekutif Pengawas Pelaku Usaha Jasa Keuangan OJK, Frederica Widyasari Dewi, mengumumkan penerbitan surat keputusan OJK.

"Kami juga sudah mengeluarkan surat keputusan dari OJK yang akan memberitakan kepada KSEI dan juga Bursa Efek Indonesia untuk mengimplementasikan penguatan data kepemilikan saham yang lebih granular dan juga atas kepemilikan di atas 1%," ujarnya dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jumat (20/2/2026).

Melalui beleid tersebut, data kepemilikan saham di atas 1% akan dibuka ke publik melalui keterbukaan informasi BEI. Kebijakan ini ditegaskan sebagai bagian dari komitmen memenuhi standar transparansi yang diharapkan MSCI.

"Tentunya ini sebagai bentuk komitmen kita dalam meningkatkan transparansi di pasar modal Indonesia," tutupnya.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: OJK: BEI Siapkan Tim Dampingi AEI & Emiten Soal Free Float