MARKET DATA

Rugi Emiten Teknologi Pembayaran CASH Bengkak 100% di 2025

ayh,  CNBC Indonesia
18 February 2026 11:40
Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Foto: Suasana layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (30/1/2026). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Emiten teknologi pembayaran, PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) kembali membukukan kerugian Rp68 miliar pada tahun 2025, meningkat 100 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp34 miliar.

Dalam laporan keuangan yang diterbitkan Selasa (17/2/2026), Cashlez mencatatkan penurunan pendapatan 2 persen menjadi Rp110,2 miliar. Pendapatan perseroan didominasi oleh penjualan perangkat Rp77 miliar (70 persen) dan sisanya disumbang oleh jasa instalasi (Rp19,8 miliar) dan fee merchant discount rate (R p13,4 miliar).

Kendati demikian, laba kotor naik tipis 1,3 persen menjadi Rp20,2 miliar, seiring efisiensi pada pos beban pokok pendapatan. Namun, kerugian operasional Cashlez membengkak menjadi Rp46 miliar, terutama akibat kerugian penurunan nilai piutang yang mencapai Rp11,2 miliar.

Dengan aneka beban lain dan pajak tangguhan yang dihapuskan, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meningkat hampir dua k ali lipat menjadi Rp68 miliar.

Dari sisi neraca, likuiditas Cashlez membaik dengan kas dan setara kas yang melesat 323 persen menjadi Rp72 miliar, imbas penarikan utang dari afiliasi. Piutang usaha relatif turun menjadi Rp25 miliar meski persediaan naik tajam hingga 174 persen menjadi Rp 17 miliar. Dengan demikian, aset lancar perseroan naik dari Rp54 miliar menjadi Rp118 miliar, sedangkan aset tidak lancar turun menjadi Rp154 m iliar. Jumlah aset naik 9 persen menjadi Rp272 miliar. 

(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Laba Emiten RS Mitra Keluarga (MIKA) Naik 17% ke Rp1,01 Triliun


Most Popular
Features