MARKET DATA

Daftar 10 Buku Rekomendasi Warren Buffet, Investor Wajib Baca

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
15 February 2026 11:30
Warren Buffet
Foto: CNBC

Jakarta, CNBC Indonesia - Investor kawakan dan CEO Berkshire Hathaway Warren Buffet kerap mengungkapkan membaca merupakan hal paling kritikal yang melatarbelakangi kesuksesannya. Dia mengaku mampu membaca 600 - 1.000 halaman per hari. Buffet juga mengaku menghabiskan 80% waktunya untuk membaca.

Melansir newtraderu, mereka merangkum beberapa dekade dari surat kepada pemegang saham, rapat tahunan Berkshire Hathaway dan wawancara terkait buku-buku yang sering disebut Warren Buffet.

Ini 10 buku yang Buffet sendiri anjurkan untuk dibaca orang lain, karena diakui telah membentuk pemikirannya tentang investasi, bisnis, dan kehidupan. Apa saja judulnya?

1. The Intelligent Investor by Benjamin Graham

Buku ini sering muncuk dalam rekomendasi Buffet. Dia membacanya pada usia 19 tahun dan menyebutnya sebeagai investasi terbaik yang pernah ditulis.

Dalam suratnya kepada pemegang saham tahun 2011, ia menulis bahwa membaca Bab 8 tentang fluktuasi pasar mengubah segalanya baginya, membuat harga rendah menjadi sahabat, bukan musuh.

Kerangka investasi nilai (value investing) Graham, yang dibangun atas konsep nilai intrinsik dan margin of safety, telah menjadi fondasi intelektual strategi investasi Buffett selama lebih dari enam dekade.

2. Poor Charlie's Almanack edited by Peter D. Kaufman

Ini adalah kumpulan pidato, esai dan kebijaksanaan dari Charlie Munger. Buffet memuju Charlie hampir disetiap rapat tahunan Berkshire Hathaway dan menyorotinya dalam pemegang saham tahunan 2010.

Buku ini menangkap pendekatan Munger dalam pengambilan keputusan melalui model mental dari berbagai disiplin ilmu. Bagi Buffett, buku ini mewakili pola pikir luas yang melengkapi pendekatan value investing murni yang ia pelajari dari Graham.

3. Security Analysis by Benjamin Graham and David Dodd

Buku ini sering disebut "kitab suci" investasi nilai, buku ini merupakan pendamping yang lebih teknis dari The Intelligent Investor. Buffet memang belajar langsung di bawah bimbingan Graham di Columbia Business School, dimana buku ini menjadi kurikulum utama.

Buffett mengatakan bahwa Graham dan Dodd telah menyusun peta jalan investasi yang ia ikuti selama lebih dari lima dekade, dan ia tidak pernah menemukan alasan untuk mencari yang lain. Jika The Intelligent Investor ditujukan bagi investor sehari-hari, maka Security Analysis adalah buku yang ia rekomendasikan bagi pelajar serius.

4. Where Are the Customers' Yachts? by Fred Schwed Jr.

Ini merupakan buku humor yang mengungkapkan konflik kepentingan di Wall Street. Buffet menyebutnya sebagai buku paling lucu yang pernah ditulis tentang investasi dalam surat pemegang saham tahun 2006 dan kembali merekomendasikannya pada tahun 2014.

Judulnya berasal dari kisah seorang pengunjung di New York yang mengagumi kapal pesiar para bankir dan broker, lalu dengan polos bertanya di mana kapal pesiar milik para nasabah. Pesan Schwed, bahwa Wall Street tetap meraih keuntungan besar, entah klien untung atau tidak. Hal ini sering digaungkan Buffett sepanjang kariernya.

5. Business Adventures by John Brooks

Buffet pernah mengirimkan salinan buku ini kepada Bill Gates pada tahun 1991. Rekomendasi itu membuat buku ini legendaris.

Kisah di dalamnya terkait kegagalan Ford Edsel hingga kebangkitan Xerox. Gates kemudian menulis buku ini menjadi pengingat kuat bahwa prinsip membangun bisnis yang sukses tetap konstan, tidak peduli seberapa besar perubahan teknologi.

6. Common Stocks and Uncommon Profits by Philip Fisher

Buku ini mengajarkan untuk menilai kualitas perusahaan. Buffet mengaku terkesan dengan sosok Philip Fisher maupun gagasannya.

Buffet secara konsisten merekomendasikan buku ini dalam berbagai wawancara, surat, dan rapat tahunan.

7. The Outsiders by William N. Thorndike

Buffet menyebut buku ini luar biasa dalam surat pemegang saham tahun 2012, karena membahas CEO yang ungguk dalam alokasi modal. Buku ini memprofilkan delapan eksekutif tidak konvensional yang perusahaannya secara dramatis mengungguli pasar dalam jangka panjang.

Berkshire Hathaway memiliki peran penting dalam buku ini, dengan satu bab yang berfokus pada Tom Murphy, yang disebut Buffett sebagai manajer bisnis terbaik yang pernah ia temui. Ia merekomendasikannya di berbagai rapat tahunan dan wawancara sejak saat itu.

8. How to Win Friends and Influence People by Dale Carnegie

Ini adalah satu-satunya buku dalam daftar Buffett yang tidak berkaitan dengan investasi atau strategi bisnis. Dalam dokumenter HBO Becoming Warren Buffett, ia mengungkapkan bahwa ia sangat takut berbicara di depan umum saat muda dan bahwa kursus Dale Carnegie mengubah hidupnya.

Ia meyakini bahwa investasi terbaik adalah investasi pada diri sendiri, dan buku ini merepresentasikan prinsip tersebut. Buku ini mengajarkannya keterampilan komunikasi yang sama berharganya dengan buku teks keuangan mana pun dalam membangun kariernya.

9. The Little Book of Common Sense Investing by John C. Bogle

John Bogle, pendiri Vanguard dan pencipta reksa dana indeks pertama, menulis buku ini sebagai argumen untuk investasi pasif berbiaya rendah. Buffett merekomendasikannya dalam surat pemegang saham tahun 2014, dengan mengatakan investor sebaiknya membacanya daripada mendengarkan "nyanyian sirene" manajer dana mahal.

Buffett berulang kali mendukung filosofi Bogle, bahkan dalam wasiatnya ia menginstruksikan agar dana yang ditinggalkan untuk istrinya diinvestasikan pada reksa dana indeks S&P 500 berbiaya rendah.

10. Shoe Dog by Phil Knight

Dalam surat pemegang saham tahun 2016, Buffett menyebut memoar pendiri Nike, Phil Knight, ini sebagai buku terbaik yang ia baca tahun itu. Ia memuji Knight sebagai sosok bijaksana, cerdas, kompetitif, sekaligus pencerita ulung.

Buku ini mengisahkan perjalanan Nike dari startup kecil hingga menjadi salah satu merek paling dikenal di dunia. Buffett menghargai kisah bisnis yang mengungkap ketangguhan dan kegigihan di balik perusahaan besar, dan cerita Knight menyampaikannya dengan kejujuran yang luar biasa.

(emy/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Warren Buffett Pilih Tinggal di Rumah Rp500 Jutaan, Begini Alasannya


Most Popular
Features