MARKET DATA
Economic Outlook 2025

Mau Jadi Direksi BUMN? Ini Dia Kriteria yang Bakal Dipilih Danantara

Verda Nano Setiawan ,  CNBC Indonesia
12 February 2026 17:30
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia — COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria memastikan proses rekrutmen direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dilakukan secara profesional dan transparan.

Dony menjelaskan tahap awal dalam proses seleksi adalah penetapan kriteria yang jelas. Salah satu aspek yang menjadi pertimbangan yakni kecocokan antara pengalaman kandidat dengan tanggung jawab jabatan yang akan dipegang.

"Yang pertama tentu kita memiliki kriteria, yang pertama tentu kecocokan antara pengalaman dengan job responsibility yang kita berikan," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).

Oleh sebab itu, setiap posisi terlebih dahulu diidentifikasi secara jelas, seperti penentuan job responsibility. Selanjutnya ditetapkan requirement bagi job holder, termasuk kualifikasi dan kompetensi yang dibutuhkan.

"Nah ini nomor satu berarti kan orangnya harus kompeten, tapi kompeten ini bagi kami hanya 20%, karena itu ada syarat untuk lulus, tapi 80% lebih kepada karakter," katanya.

Dony membeberkan karakter yang paling diutamakan adalah integritas. Menurutnya, Danantara mencari sosok yang memiliki integritas tinggi, mengingat tugas mereka adalah mengelola perusahaan milik negara.

"Jadi artinya integritasnya mesti baik, ini karakter ini bagi kami menjadi 80%. Nah karena itu tadi saya lupa, setelah proses semua itu Bapak-Ibu sekalian, setelah kita lakukan assessment, kemudian lagi interview," katanya.

Dony lantas menjelaskan tahap pertama dalam proses seleksi adalah melakukan basic competency assessment dengan melibatkan tiga konsultan independen. Dengan mekanisme tersebut, ia menegaskan anggapan adanya penunjukan langsung tanpa proses seleksi adalah tidak benar.

Adapun, apabila kandidat lulus dalam basic competency assessment, maka mereka akan melanjutkan ke tahap wawancara. Pada tahap ini, proses dilakukan oleh tim pewawancara bersertifikat.

"Kalau mereka lulus dari basic kompetensi assessment mereka masuk ke dalam tim interview, certified interviewer kita punya 20 certified interviewer," ujarnya.

Dari total 20 certified interviewer tersebut, sebanyak 10 orang berasal dari Danantara yang telah tersertifikasi dan memiliki level jabatan managing director. Para managing director inilah yang melakukan wawancara terhadap para kandidat.

"Sepuluhnya dari BP BUMN, karena memang final decision-nya ada di BP BUMN untuk pengangkatan direksi dan komisaris," katanya.

Selanjutnya, tim ini merangkum dan mempresentasikan hasil assessment masing-masing kandidat, sebelum kemudian menyampaikan usulan nama-nama direksi yang direkomendasikan untuk ditunjuk sebagai pengurus perusahaan.

"Jadi banyak sebetulnya orang-orang Indonesia yang kita jadi direksi-direksi BUMN hari ini itu isinya berbagai macam, ada juga CEO Coca-Cola yang bergabung dengan PT Semen Indonesia, ada juga dari direktur HR-nya global directornya Unilever, sekarang menjadi HR-nya PT Telkom, kemudian jadi memang kita mengundang seluruh orang-orang terbaik," tambahnya.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Erick Thohir Pamit dari BUMN, Setuju Dony Oskaria Plt Menteri BUMN


Most Popular
Features