Pendapatan US$110 Miliar, Danantara Masuk 10 Perusahaan Terbesar Dunia

Verda Nano Setiawan , CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 13:35 WIB
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - COO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria mengungkap capaian global yang diraih PT Danantara Asset Management.

Menurut Dony, Danantara Asset Management kini masuk dalam daftar Fortune 500 dan berada di jajaran 10 besar perusahaan terbesar di dunia. Perusahaan mencatatkan revenue mencapai sekitar US$ 110 miliar.

"Teman-teman sekalian yang juga sangat membanggakan kita, PT Danantara Asset Management itu di Fortune 500 itu termasuk 10 perusahaan terbesar di dunia, dengan revenue US$ 110 miliar," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).


Di sisi lain, Dony juga menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam kondisi sehat dan mencatatkan laba besar. Menurut dia, tidak ada perusahaan yang untungnya lebih besar daripada BUMN.

"Ini perlu saya sampaikan karena banyak saya baca salah mengutip ya kan, ditulis BUMN rugi gitu. Sebenarnya BUMN itu untung, untungnya gede, gak ada perusahaan untungnya lebih gede daripada BUMN, Rp 332 triliun untungnya," ujarnya.

Ia menyebut, pada tahun ini laba BUMN ditargetkan meningkat menjadi Rp 360 triliun. Bahkan, dalam beberapa tahun ke depan laba BUMN diharapkan bisa mencapai Rp 600 triliun per tahun.

"Nah karena itu makanya kita bekerja keras untuk mewujudkan itu, bagaimana supaya perusahaan-perusahaan BUMN kita ini setiap tahun itu untungnya Rp 600 triliun. Inilah yang kami kerjakan setiap hari," kata dia.


(ayh/ayh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Danantara Tegaskan Tak Akan Ada IPO Saham BUMN di 2026