MARKET DATA

Tahun Ini, Danantara Mau Pangkas Anak-Cucu BUMN Jadi 300 Perusahaan

Verda Nano Setiawan ,  CNBC Indonesia
12 February 2026 11:55
Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menargetkan perombakan besar-besaran terhadap struktur Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Adapun, pada tahun ini, jumlah anak hingga cucu usaha BUMN akan dipangkas dari 1.043 entitas menjadi sekitar 300 entitas.

COO BPI Danantara Dony Oskaria menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi menyeluruh dalam pengelolaan BUMN. Adapun, pengurangan jumlah entitas dari 1.043 menjadi sekitar 300 merupakan keputusan yang logis katanya.

Dony memandang keputusan ini cukup penting lantaran pengawasan terhadap lebih dari 1.000 perusahaan sangat sulit dilakukan. Menurutnya, dengan jumlah sekitar 300 perusahaan yang telah melalui proses pemetaan dan pemantauan akan jauh lebih mudah.

"So, dari 300 itu sebetulnya kalau kita bagi by sektor, kita hanya masuk ke 16 sektor saja. Sisanya kita tidak akan terima," kata Dony dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, dikutip Kamis (12/2/2026).

Dony menyebut, secara keseluruhan efisiensi yang ditargetkan dari proses konsolidasi dan merger ini mencapai 60-70%. Efisiensi terbesar setidaknya berasal dari penghapusan layering transaction di lingkungan BUMN.

(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Soal Rencana Merger Garuda Dan Pelita, Erick Thohir Bilang Begini


Most Popular
Features