Timur Tengah Kembali Tegang, Harga Minyak Mendidih Lagi

Emanuella Bungasmara Ega Tirta, CNBC Indonesia
Kamis, 12/02/2026 11:45 WIB
Foto: minyak dunia

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak dunia bergerak menguat pada perdagangan Kamis pagi (12/2/2026), seiring meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap perkembangan geopolitik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu pasokan global.

Berdasarkan data Refinitiv, per pukul 09.35 WIB, harga minyak Brent tercatat di posisi US$69,64 per barel, naik tipis dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di US$69,40. Sementara itu, minyak mentah Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) berada di level US$64,90 per barel, menguat dari US$64,63.


Pergerakan pagi ini melanjutkan tren kenaikan yang sudah terlihat sejak awal pekan. Dalam sepekan, Brent cenderung bertahan di kisaran US$67-US$69 per barel, sedangkan WTI stabil di rentang US$62-US$65 per barel.

Reuters melaporkan fokus pelaku pasar saat ini tertuju pada dinamika hubungan Amerika Serikat dan Iran. Ketidakpastian arah negosiasi membuat investor kembali memasukkan premi risiko geopolitik ke dalam harga minyak, terutama karena kawasan tersebut memiliki peran vital dalam jalur distribusi energi global.

Di sisi lain, sentimen positif juga datang dari kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih solid. Data ketenagakerjaan terbaru memberi sinyal bahwa aktivitas ekonomi tetap kuat, sehingga ekspektasi permintaan energi belum menunjukkan pelemahan berarti dalam jangka pendek.

Namun, ruang kenaikan harga tetap dibayangi faktor penahan. Persediaan minyak mentah di Amerika Serikat dilaporkan meningkat signifikan, memunculkan kekhawatiran kelebihan pasokan dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat kenaikan harga minyak berlangsung terbatas dan cenderung bertahap.

CNBC Indonesia


(emb/emb)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Isu MSCI - FTSE Masih Jadi Perhatian, IHSG Anjlok ke 8.200-an