Udah 5 Tahun, Dana IPO Bukalapak (BUKA) Masih Nyisa! Bos Buka Suara
Jakarta, CNBCÂ Indonesia -Â Emiten marketplace, PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mengumumkan penyesuaian tenggat waktu penyerapan dana hasil penawaran umum atau Initial Public Offering (IPO).
Bukalapak awalnya menargetkan seluruh dana IPO bisa habis pada 31 Desember 2025. Namun, hingga batas waktu itu, perseroan hanya mampu menyerap Rp17,04 triliun atau setara 79,91 persen dari total dana IPO yang diperoleh sebesar Rp21,3 triliun.
"Setelah melakukan evaluasi terhadap jadwal dan target penyelesaian realisasi dana IPO, perseroan menetapkan penyesuaian target waktu realisasi sisa dana IPO menjadi sampai dengan tanggal 31 Desember 2025," ujar Cut Fika Lutfi, Sekretaris Perusahaan Bukalapak seperti dikutip dalam keterbukaan informasi, Kamis (12/2/2026).
Fika memastikan realisasi dana IPO ke depan tetap mengacu pada peruntukan dana IPO yang telah diungkapkan sebelumnya. Bukalapak melantai perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Agustus 2021.
Saat itu, Bukalapak meraup dana IPO setelah dikurangi biaya emisi sebesar Rp21,3 triliun. Sepanjang Oktober -Desember 2025, Bukalapak mempercepat penyerapan dana IPO hingga Rp3,19 triliun seiring keputusan perseroan mengubah rencana penggunaan dana IPO.
Pada 30 September 2025, sisa dana IPO Bukapalak mencapai Rp7,47 triliun, sedangkan saat ini tersisa Rp4,3 triliun. Sisa dana IPO tersebut disimpan di deposito hingga SBN dengan tingkat bunga atau bagi hasil yang bervariasi antara 2,25 - 6,75 persen di luar giro yang memiliki bunga 0 persen.Â
(ayh/ayh)[Gambas:Video CNBC]