Economic Outlook 2025

Danantara Mau Pangkas 743 BUMN, Nasib Karyawan?

Romys Binekasri, CNBC Indonesia
Rabu, 11/02/2026 09:50 WIB
Foto: Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Dony Oskaria saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Chief Operating Officer Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Dony Oskaria menekankan, meskipun akan ada pemangkasan anak hingga cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tidak akan ada Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

"Tenaga kerjanya kan tadi saya sampaikan, tidak akan ada pengurangan tenaga kerjanya, karena kan tugas BUMN sesatunya menjadi tempat kita bekerja kan," ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dony menegaskan, proses konsolidasi yang akan dilakukan akan menghindari pengurangan karyawan. '"ereka akan dibawa, kan di konsol-konsol nanti kan orangnya harus dibawa," jelasnya.


Sebagai informasi, Danantara menargetkan tahun ini akan memangkas anak hingga cucu usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari 1.043 entitas menjadi 300 entitas. Para karyawan perusahaan yang ditutup nantinya akan bergabung dengan perusahaan yang bertahan.

"Tapi tidak usah khawatir, tidak akan ada PHK karena akan konsolidasi dan karyawan ikut," tuturnya.

Dony menegaskan bahwa konsolidasi BUMN ini merupakan pekerjaan yang harus dilakukan saat ini. Secara logis, sangat sulit Danantara melakukan pemantauan terhadap 1.043 entitas yang berada di bawah naungan pelat merah.

"Tapi kalau 300 kita sudah proses mapping itu jauh lebih mudah. Toh dari 300 kalau kita bagi by sector kita hanya masuk 16 saja," katanya.

Pun konsolidasi BUMN tersebut akan meningkatkan kinerja bottom line BUMN secara keseluruhan. Dony menjelaskan efisiensi paling besar datang memangkas proses transaksi, karena umumnya anak-anak BUMN mengerjakan proyek dari induk dan membuat inefisiensi Rp 30 triliun setahun.

Lalu dengan menutup anak usaha pelat merah yang rugi akan secara langsung menambah bottom line BUMN senilai Rp 20 triliun. "Jadi konsolidasi dengan menutup anak cucu BUMN itu, kita dapat tambahan Rp 50 triliun," katanya.


(mkh/mkh)
Saksikan video di bawah ini:

Video: Ekonomi Vietnam Sudah Tumbuh 8,02%