MARKET DATA

OJK Buka Penyebab Bank Digital Berani Pasang Bunga Deposito Tinggi

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
10 February 2026 18:50
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memonitor suku bunga deposito bank digital. Sebagaimana diketahui bank-bank yang menyediakan layanan finansial secara online penuh atau terbatas tanpa kantor layanan fisik. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan bank digital menawarkan bunga deposito tinggi karena memiliki model bisnis berbeda dengan bank konvensional. 

"Karena mereka [bank digital] kan pinjamannya jangka pendek, dan kemudian konsumsi dan lain sebagainya, dan risiko tinggi. Jadi memang kalau risiko tinggi, biasanya suku bunga lebih tinggi, katanya usai acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Kendati menilai bunga deposito tinggi merupakan skema bisnis bank digital, tetapi OJK akan terus melakukan pemantauan. "Kalau sudah mulai eksesif gitu, kita akan tangani," katanya. 

Sebagai informasi bank digital agresif menawarkan suku bunga deposito dengan imbal hasil tinggi. Seluruh bank digital memiliki produk deposito dengan bunga yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang saat ini dipatok di level 3,5%.

Berdasarkan penelusuran terkini, sejumlah bank digital menawarkan bunga deposito di kisaran 3,75% hingga 9% per tahun. 

Tingginya bunga deposito ini tidak lepas dari kondisi bank digital yang mayoritas masih berada dalam fase ekspansi, dengan pertumbuhan kredit yang cukup agresif sepanjang 2025.

Imbal hasil menarik masih menjadi strategi efektif untuk memperluas penetrasi pasar dan memperkuat posisi di tengah persaingan dengan bank konvensional.

(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Kredit Digital Melonjak, Laba Bank Raya Naik 23,9% di Kuartal III-2025


Most Popular
Features