OJK Buka Penyebab Bank Digital Berani Pasang Bunga Deposito Tinggi
Jakarta, CNBC Indonesia — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memonitor suku bunga deposito bank digital. Sebagaimana diketahui bank-bank yang menyediakan layanan finansial secara online penuh atau terbatas tanpa kantor layanan fisik.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK mengatakan bank digital menawarkan bunga deposito tinggi karena memiliki model bisnis berbeda dengan bank konvensional.
"Karena mereka [bank digital] kan pinjamannya jangka pendek, dan kemudian konsumsi dan lain sebagainya, dan risiko tinggi. Jadi memang kalau risiko tinggi, biasanya suku bunga lebih tinggi, katanya usai acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Kendati menilai bunga deposito tinggi merupakan skema bisnis bank digital, tetapi OJK akan terus melakukan pemantauan. "Kalau sudah mulai eksesif gitu, kita akan tangani," katanya.
Sebagai informasi bank digital agresif menawarkan suku bunga deposito dengan imbal hasil tinggi. Seluruh bank digital memiliki produk deposito dengan bunga yang lebih besar dibandingkan dengan tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) yang saat ini dipatok di level 3,5%.
Berdasarkan penelusuran terkini, sejumlah bank digital menawarkan bunga deposito di kisaran 3,75% hingga 9% per tahun.
Tingginya bunga deposito ini tidak lepas dari kondisi bank digital yang mayoritas masih berada dalam fase ekspansi, dengan pertumbuhan kredit yang cukup agresif sepanjang 2025.
Imbal hasil menarik masih menjadi strategi efektif untuk memperluas penetrasi pasar dan memperkuat posisi di tengah persaingan dengan bank konvensional.
(mkh/mkh)[Gambas:Video CNBC]