MARKET DATA
Economic Outlook 2026

Reformasi Pasar Modal RI, OJK: Harus Sesuai Best Practice Global

Zefanya Aprilia,  CNBC Indonesia
10 February 2026 12:07
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Foto: Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Dian Ediana Rae saat menyampaikan paparan dalam acara Economic Outlook 2026 bertema “Consolidating Growth, Accelerating the Transformation” di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan segera melakukan reformasi pasar modal agar industri pasar modal dapat menjalankan praktik terbaik dengan standart internasional. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, langkah tersebut sekaigus merespon fenomena praktik lain terkait dengan manipulasi harga saham seperti yang belakangan ini terjadi.

"Isu-isu terkait dengan (market) low and down dan isu-isu lain terkait insider trading dan lain sebagianya tapi sudah clear. Kita akan menerapkan pasar modal kita sesuai dengan best practice tentu dalam semua hal dalam konteks reformasinya," ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Dian memaparkan, pelaksanaan praktik terbaik dilakukan sesuai dengan berbagai teori regulasi dan supervisi yang dapat berdampak pada daya saing global secara keseluruhan dalam merespon dinamika yang sedang terjadi.

"Misal saya pengawas perbankan kita punya standar internasional. Kita tidak bisa menyimpang dalam sektor perbankan secara over all. Karena apa kita nanti akan dinilai apakah perbankan kita memiliki standar yang kuat misalnya dalam prudential banking ini contoh ketika kita menrapkan intern best practice kita itu aman," jelasnya.

Dian melanjutkan, intinya, OJK harus menerapkan standart internasional untuk menjadi daya tarik investor global dalam mengukur kesehatan dan integritas industri jasa keuangan Indonesia.

"Kalau semakin jauh dari internasional best practice sudah pasti akan menimbulkan persoalan," ungkapnya

Dia mengingatkan, hal itu menjadi penting untuk menjaga industri pasar modal. Sehingga, momentum ini menjadi kesempatan baik untuk melakukan perombakan dasar agar dapat semakin kompetitif.

"Kata orang mengukur kinerja ekonomi riil bisa dari pasar modal tapi dengan kondisi jika diterapkan dari internasional best practice. Jadi perlindungan investor relation mesti dengan best practice. Jadi meskipun situasi down dengan pracice yg tepat bisa bounce back," tutupnya.

(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article KB Bank Pertemukan Ekonom Nasional & Global di Economic Outlook 2026


Most Popular
Features